Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2012

Membeli itu Menolong

masih ingat kisah pak tua penjual amplop yang beroperasi di sekitar masjid ITB? masih ingatkah sanksi hukum bagi pengemis dan pemberi uang kepada pengemis yang pertama kali diterapkan di ibukota indonesia?
hampir tiap hari kita ketemu sama pengemis maupun pengamen jalanan, dan tidak sedikit pula dari mereka yang juga mengeksploitasi buah hatinya untuk mendapatkan sebungkus nasi untuk hidup mereka. bersedekah diwajibkan untuk semua umat, semua agama. namun apa yang kira-kira akan terjadi apabila kita memanjakan mereka dengan selalu memberi uang setiap mereka meminta? ya, mereka akan terus meminta-minta.
kira-kira, apabila dihadapkan pada seorang pengemis dan seorang penjual tukang koran, apa yang akan anda lakukan? kalo saya pribadi, insya allah, akan membeli koran dan tidak memberi sedekah ke pengemis. bismillah alhamdulillah
saya pribadi khawatir, apabila saya juga memberi sedekah kepada pengemis itu, maka tukang koran akan beralih menjadi pengemis. kenapa? karena hasil untung jualan…

Nikmatilah Waktu

temans, beberapa waktu lalu ada customer dari tempat saya kerja (biznetnetworks) mampir ke rumah saya. kami berbincang seru dari kuliner sampai ke pembicaraan tentang kerjaan.
beliau sempat menanyakan tentang tidak adanya koneksi internet di rumah saya. padahal saya adalah pakar internet cepat (julukan beliau kepada saya). spontan saya jawab, biar tidak internetan mulu. dan ternyata secara spontan beliau ‘mengamini’ pendapat saya. (karena kantor saya adalah penyedia jasa internet)
saya sering sekali merasa diperbudak oleh gadget, internet, dan pekerjaan. seperti halnya saat baru bangun tidur apa yang saya lihat pertama kali adalah gadget, minimal saya melihat jam di gadget tersebut. atau lihat email kantor sambil sarapan atau makan siang. lihat chat yang ada di group bbm. sepulang kerja dimana waktunya beristirahat sering sekali masih membaca email ini itu.
hal tersebut sih boleh saja, tapi jangan terlalu sering, hal itu menurut saya sama halnya merenggut kebahagiaan dengan waktu. saat b…