Open top menu
29 October 2012
Membeli itu Menolong


tukang koran
masih ingat kisah pak tua penjual amplop yang beroperasi di sekitar masjid ITB?
masih ingatkah sanksi hukum bagi pengemis dan pemberi uang kepada pengemis yang pertama kali diterapkan di ibukota indonesia?

hampir tiap hari kita ketemu sama pengemis maupun pengamen jalanan, dan tidak sedikit pula dari mereka yang juga mengeksploitasi buah hatinya untuk mendapatkan sebungkus nasi untuk hidup mereka. bersedekah diwajibkan untuk semua umat, semua agama. namun apa yang kira-kira akan terjadi apabila kita memanjakan mereka dengan selalu memberi uang setiap mereka meminta? ya, mereka akan terus meminta-minta.

kira-kira, apabila dihadapkan pada seorang pengemis dan seorang penjual tukang koran, apa yang akan anda lakukan? kalo saya pribadi, insya allah, akan membeli koran dan tidak memberi sedekah ke pengemis. bismillah alhamdulillah

saya pribadi khawatir, apabila saya juga memberi sedekah kepada pengemis itu, maka tukang koran akan beralih menjadi pengemis. kenapa? karena hasil untung jualan koran masih lebih banyak dari hasil mengemis. di tempat saya tinggal saat ini (yogyakarta) harga koran banyak yang seharga Rp 1000. dan banyak sekali saya jumpai orang menjual koran di kota pelajar ini. dari anak kecil sampai nenek-nenek lanjut usia. saya khawatir kalo mereka akan putus asa dan menjadi pengemis, iya kalo pengemis kalo pencuri?

sekarang, banyak sekali tumpukan koran di rumah saya, kadang saya tinggal di kantor, di mobil kantor, atau di warung, bahkan sempat saya belum membacanya sama sekali. mudah-mudahan itu akan sangat membantu mereka para penjual koran agar tidak ikutan menjadi pengemis.

belilah usaha mereka, barang seribu sampai lima ribu, cobalah keluarkan sedikit harta kita untuk membeli dagangan mereka meskipun kita sebenarnya tidak membutuhkan. jangan sampai mereka yang berusaha menjadi putus asa. jangan sampai mereka menjadi pengangguran.

mari sisihkan uang kita, 1 hari 2 ribu rupiah untuk membeli dagangan seperti halnya koran, dan sebagainya. mari bersama-sama berantas kaum pemalas. apresiasi usaha keras para kaum miskin kota. kehilangan 2 ribu per hari hanya untuk membeli barang dagangan tidak sebanding dengan kebahagiaan para penjual jalanan itu. niatkanlah untuk sedekah dan membantu usaha mereka.
Read more
23 October 2012
Nikmatilah Waktu



temans, beberapa waktu lalu ada customer dari tempat saya kerja (biznetnetworks) mampir ke rumah saya. kami berbincang seru dari kuliner sampai ke pembicaraan tentang kerjaan.

beliau sempat menanyakan tentang tidak adanya koneksi internet di rumah saya. padahal saya adalah pakar internet cepat (julukan beliau kepada saya). spontan saya jawab, biar tidak internetan mulu. dan ternyata secara spontan beliau ‘mengamini’ pendapat saya. (karena kantor saya adalah penyedia jasa internet)

saya sering sekali merasa diperbudak oleh gadget, internet, dan pekerjaan. seperti halnya saat baru bangun tidur apa yang saya lihat pertama kali adalah gadget, minimal saya melihat jam di gadget tersebut. atau lihat email kantor sambil sarapan atau makan siang. lihat chat yang ada di group bbm. sepulang kerja dimana waktunya beristirahat sering sekali masih membaca email ini itu.

hal tersebut sih boleh saja, tapi jangan terlalu sering, hal itu menurut saya sama halnya merenggut kebahagiaan dengan waktu. saat berkumpul dengan orang tersayang, nikmatilah waktu untuk berkumpul, lupakan sejenak semua kegiatan kantor. saat sarapan/makan siang, nikmatilah apa yang kalian makan, nikmatilah anugerah tuhan, anugerah masih bisa merasakan rasa makanan, bisa membeli makanan dengan uang sendiri. saat berangkat ke kantor, nikmatilah waktu bersama pengendara lain, ga perlu tergesa-gesa harus sampai kantor, rasakan kesegaran angin yang berhembus (awas asap kenalpot).

pekerjaan tidak akan ada habisnya. namun kesempatan menikmati waktu tidak akan terulang kembali.
so… nikmatilah waktumu saat ini…
Read more