Open top menu
30 April 2013
no image

Menyambung posting sebelumnya, Teknik Selling Rasulullah Bagian 1, nah kali ini saya share hasil bacaan saya tentang cara menjadi penjual profesional.



Tindakan profesional untuk penjual profesional antara lain :

1. Tidak pernah membohongi pelanggan dalam segala aspeknya. Seperti yang telah ditulisa dalam Al-Quran "Sempurnakan takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan" QS Ash Shu'araa 181-183

2. Selalu mempersembahkan kinerja terbaik dan melayani pelanggan sepenuh hati. Sifat ini merupakan sifat cerdas dan bijaksana (fathonah). Mampu menghayati, memahami, serta mengenal tugas dan tanggung jawab pekerjaannya secara sempurna. "Sumpah dengan maksud melariskan barang dagangan adalah penghapus berkah" (HR. Bukhari dan Muslim)

Read more
26 April 2013
no image

Saya beberapa waktu lalu membeli sebuah buku yg harganya ga terlalu mahal, namun setelah baca daftar isinya saya langsung tertarik. Di sini akan saya share kesimpulan-kesimpulan dari buku berjudul Teknik Selling Rasulullah dengan cara bersambung.

Pada awal ini, saya akan share mengenai prinsip bisnis dari Rasulullah saw. Beliau memiliki sifat shiddiq, istiqomah, fathonah, amanah, dan tabligh, dan itu diterapkan juga dalam hal berbisnis Rasulullah.

Read more
22 April 2013
NOW!!! Available on Blogger

Dengan berbagai pertimbangan secara masak dan mendalam, akhirnya saya nulis di sini juga. Yang sebelumnya saya nulisnya di www.wicak.web.id per hari ini, 23 April 2013, saya pindah ke layanan punya google ini, Blogger. Kenapa saya pindah ke sini? Banyak hal yang saya pikirkan, terutama makin repotnya ngobrol langsung dengan Pandi.

Mudah-mudahan dengan pindahnya ke hunian baru ini, makin rajin menulis. Karena saya teringat kata-kata dari eyang (bukan Eyang Subur), kalo kamu ingin tau tentang dunia maka membacalah, kalo ingin dunia tentang kamu maka menulislah.

Beberapa tulisan yang ada di blog sebelumnya, saya pindahkan ke sini saja tentunya yang saya anggap penting. Akan saya share apa yang saya dapat dan yang ingin saya share di sini, mungkin berguna bagi beberapa pembaca. Mohon doanya dari pembaca, agar makin rajin menulis, banyak teman, banyak rejeki. Amin...
Read more
Becak Mesin, Aman Ga?

Ada yang belum pernah tau becak mesin? nah sekarang ini jaman kan serba cepat, tukang becakpun juga ingin cepat sampai lokasi dan mencari penumpang lain.

Pengalaman saya naik becak mesin, ngeri-ngeri sedap rasanya. Dan menurut saya, harus ada peraturan khusus tentang becak mesin (atau saya yang belum tau kalo sudah ada aturannya?)

Kenapa saya berfikir seperti itu? Becak mesin harus ada aturannya? Karena saat saya naik becak itu, ya kira-kira kecepatan 40 kmph saya merasa ngeri. Tanpa sabuk pengaman yang saya gunakan, tanpa helm yang saya pakai, sangat mudah apabila saya terjungkal ke depan apabila becak ngerem mendadak atau nabrak sesuatu. Kondisi bagian depan becak tanpa penutup pengaman untuk penumpang.

Jadi bayangkan saja apabila kecepatannya melebihi itu. Bayangkan saja bila penumpangnya seorang ibu-ibu.

Dan sangat sungguh kasihan, pada saat saya mengamati lalu lalang becak di sebuah terminal di kampung saya. Seorang tukang becak yang masih mengayuh dengan kaki tuanya, selalu kalah saat berebut penumpang. Kalah dengan becak mesin. Saat saya tanya kenapa tidak diganti ke mesin saja, beliau menjawab tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli mesinnya.

Entah berapa lama lagi becak tradisional akan bertahan.
Entah kapan saya merasa aman dan nyaman menggunakan becak mesin.


Read more
03 April 2013
1 Pulau 1 Buah


Tiba-tiba saya kepikiran tentang negara Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau (sumber : wikipedia). Misalkan 1 atau 2 pulau kita hanya difungsikan untuk perkebunan dengan 1 jenis buah, mungkin kita tidak perlu import lagi buah dari negara lain, atau bahkan kita jadi ladang buah dunia. Misal saja ada 500 jenis buah di Indonesia, ambil saja 1000 pulau untuk menanam buah-buahan tersebut, kita bisa jadi ladang buah dunia. Berapa ribu orang yang akan diserap sebagai pekerja. Saya yakin hasilnya sangat memuaskan.

Sangat disayangkan, dahulu kita dijajah karena tanah kita yang subur dan makmur, penghasil rempah-rempah yang diincar dunia. Namun kini, beras, garam, bawang, dan banyak buah, kita import dari negara lain.

Pikiran sederhana saya sih begini, ngurusin buah saja sepertinya negara kesusahan apalagi ngurusin pertambangan? 

Harapan saya, negara sebesar ini harus bisa jadi ladang makanan dunia. 
Indonesia lapar, maka duniapun akan lapar.  
Read more