Open top menu
20 January 2015
Kata BOB Sadino


Kemarin negara kita dihebohkan oleh meninggalnya tokoh Entrepreneur Indonesia yang sangat tersohor, BOB Sadino. Selain beliau seorang pengusaha yang sukses, yang dulunya sempat jualan telur asin, BOB Sadino juga seorang motivator bagi para mahasiswa dan pengusaha-pengusaha muda. Saya tahun 2011 sempat hampir ketemu dan ikut bimbingan beliau, namun takdir Tuhan berkata lain...tsaaah...

Siapa sih yang tak kenal BOB Sadino? Semua orang Indonesia pasti tau lah. Eh ga juga sih, mbah saya semalam saya kabarin kalo BOB Sadino meninggal dan dia nanya, 'siapa itu le?' Hehe. Karena BOB Sadino sudah meninggalkan kita, di bawah ini saya coba kumpulkan beberapa kata-kata motivasi dari beliau, semoga menjadi inspirasi buat kita.

Orang pintar biasanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal kita tahu semua itu Impossible. Orang goblok harapannya hanya satu, hari ini bisa makan!

Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan terlalu banyak sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sementara orang ‘goblok’ mungkin hanya punya satu ide, dan satu ide itulah yang menjadi pilihan usahanya.

Orang ‘goblok’ biasanya lebih berani dibanding orang ‘pintar’. Kenapa ??? Karena orang ‘goblok’ sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya orang ‘pintar’ terlalu banyak pertimbangan sehingga tidak melangkah-langkah.

Sekolah terbaik adalah sekolah kehidupan, sekolah jalanan, sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk mengeksplorasi dengan leluasa seluruh potensinya yang ada padanya.

Orang goblok sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Ketika sukses orang goblok mempekerjakan orang pintar.

Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar pelamar kerja.

Semakin goblok seseorang, akan kian banyak ilmu yang diperolehnya. Saya menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain.

Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya selangkah.

Miskin Keberanian untuk memulai – Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

Ingin Cepat Sukses – Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh”? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Uang bukanlah nomor satu yang terpenting adalah kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang serta melakukan tindakan.

Bisnis yang bagus adalah bisnis yang DIBUKA, bukan yang ditanyakan terus !!!
Read more
03 January 2015
Sajadahmu Celahmu


Temen-temen pernah sholat berjamaah kan di masjid? 
Temen-temen pernah sholat berjamaah di masjid dengan bawa sajadah sendiri kan?
Kali ini, saya ingin mengingatkan untuk diri sendiri, juga untuk pembaca di sini.

Sajadah saat ini memang banyak macam dan kualitasnya. Ada yang biasa, ada yang empuk, ada yang kecil, ada yang besar. Biasanya semakin kualitasnya bagus, semakin enak digunakan. Guru agama saya waktu SMA dulu, beliau pernah mengatakan "carilah sajadah yang nyaman sehingga kamu betah untuk bersujud kepadaNya"  Nah saya setuju banget tuh.

Namun, sekarang ini banyak orang membeli sajadah yang mahal, yang ukurannya juga besar. Ini dapat menyebabkan terjadinya jarak antar makmum. Sering sekali saya melihat di masjid, mereka tidak merapatkan shaf mereka, tapi merapatkan sajadah mereka, dan si pemilik sajadah berdiri tegak tetap pada sajadahnya, yang mengakibatkan adanya jarak antar makmum. Bukankah meluruskan dan merapatkan shaf adalah perintah agama? Seperti hadist di bawah ini :

“Luruskanlah shaf-shaf, sejajarkanlah pundak dengan pundak, isilah bagian yang masih renggang, bersikap lembutlah terhadap lengan teman-teman kalian (ketika mengatur shaf), dan jangan biarkan ada celah untuk (dimasuki oleh) syaithan. Barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya), dan barangsiapa yang memutus shaf maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya).” [HR Abu Daud (666). Hadits shahih.]

Hadits ini berisi beberapa faidah, di antaranya:

  • Perintah untuk meluruskan shaf, yaitu dengan cara menyejajarkan kaki dan pundak,
  • Perintah untuk mengisi bagian shaf yang masih kosong, 
  • Perintah untuk bersikap lemah dan lembut ketika mengatur barisan shaf, dan tidak asal menarik makmum ke depan atau mendorong mereka ke belakang,
  • Perintah untuk merapatkan shaf dengan serapat-rapatnya agar tidak ada celah antara dua orang yang bersebelahan untuk dimasuki oleh syaithan,
  • Menyambung shaf adalah salah satu sebab untuk mendapatkan rahmat Allah. Sebaliknya, memutuskan shaf adalah salah satu sebab terputusnya seseorang dari rahmat Allah.

Sebagai gambaran, seperti ini sholat berjamaah yang benar
Wallahualam. Semoga menjadi pelajaran untuk kita semua agar sholat berjamaah kita menjadi sempurna.

Read more
01 January 2015
Hal Pertama yang Saya Lakukan di 2015

Selamat tahun baru 2015 buat teman-teman semua. Begitu banyak hal yang telah kita dapatkan pada tahun 2014. Ada resolusi yang dulu saya buat yang akhirnya dapat terwujud, namun tidak sedikit resolusi yang belum terwujud. Mudah-mudahan dapat segera terwujud di tahun 2015 ini.

Ada hal pertama yang saya lakukan saat memasuki tahun baru 2015 ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat unik yang jarang saya lakukan selama hidup, dan saya lupa kapan terakhir melakukannya. Setelah saya lakukan kegiatan tersebut, badan saya terasa sangat-sangat fresh namun hangat dan sedikit panas. Apakah kegiatan tersebut saya lakukan pada siang hari? Tidak. Kegiatan itu saya lakukan persis saat saya baru beranjak dari tidur malam.

Apakah itu? 

Hal pertama yang saya lakukan di 2015 ini adalah MANDI. Mandi dengan air hangat persis setelah saya bangun pagi. Saya merasa sangat fresh karena saya ingat terakhir mandi adalah tanggal 29 Desember 2014 Pagi. Saat saya akan berangkat kerja. Siang hari setelah saya business trip ke Solo, badan saya sudah mulai terasa demam. Hari Selasa saya benar tidak mandi, karena demam tinggi dan pada hari Rabu saya harus diperiksa oleh dokter. Selama beberapa hari itu, saya hanya menyentuh air pada saat akan sholat saja.

Pada 1 Januari 2015 pagi tadi, ibu mertua saya memasakkan air panas sebagai campuran untuk mandi pagi. Dengan kondisi masih demam, dan haus akan rasa mandi, saya langsung saja masuk ke kamar mandi untuk mengguyur seluruh badan ini. Badan saya terasa fresh dan hangat sedikit panas, karena air untuk mandi tersebut ternyata masih terasa panas pada badan saya lho...

Kegiatan ini tergolong unik dikarenakan saya lupa terakhir mandi dengan air panas hangat itu kapan. Mungkin sewaktu saya masih TK atau SD. Yang jelas sudah lama.

Nah, apa kegiatan pertamamu di tahun 2015 ini?

Selamat tahun baru 2015, semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam kebaikan.
Read more