Open top menu
18 December 2015
Sambal Pecel OBONX

Alhamdulillah, akhirnya keturutan juga ngeluarin produk asli Nganjuk lagi. Kali ini berupa sambel pecel. Produk ini sudah beberapa bulan lalu ingin saya produksi. Tapi waktu itu masih fokus melakukan pembenahan pada produk saya sebelumnya, yaitu bawang goreng

Sejak tanggal 17 Desember 2015, akhirnya resmi muncul Sambel Pecel OBONX

Kenapa saya mengeluarkan produk sambel pecel?
Karena di kota saya, Nganjuk, banyak sekali penjual nasi pecel. Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, setiap malam berjejer puluhan pedagang nasi pecel. Dan memang, menurut para pembeli baik dari dalam Nganjuk maupun dari kota-kota lain, nasi pecel Nganjuk memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Dan hampir semua mengatakan bahwa nasi pecel Nganjuk adalah nasi pecel paling enak dibandingkan dengan kota-kota lain.


Sambal Pecel OBONX, saat di launching, memiliki 3 warna yang berbeda. Merah, Kuning, dan Hijau. Kenapa berbeda, saya memberikan 3 pilihan rasa.

Warna Hijau, memiliki rasa original (tidak pedas)
Warna Kuning, memiliki rasa pedas
Warna Merah, memiliki rasa super pedas

Dengan berat per toples adalah 250 gram, dan dengan toples yang tertutup rapat dan bersegel, Sambel Pecel OBONX siap dikirim ke seluruh belahan dunia lho.

Sambel pecel obonx ini murni menggunakan kacang tanah dicampur gula merah dan rempah-rempah. Dan cara penggorengannya tidak memakai minyak goreng. Sehingga dapat kami katakan rasa jadi lebih sempurna.

Hasil produksi seperti gambar di samping.
Dan mohon kiranya add FB Sambal Pecel OBONX ya.


Read more
07 December 2015
YUK - Young Entrepreneur Nganjuk

Sebuah komunitas yang beranggotakan anak-anak muda dari Nganjuk Jawa Timur, yang memiliki kegiatan wirausaha akhirnya terbentuk. Setelah adanya kegiatan kopi darat, ternyata banyak juga pemuda dari Nganjuk ini yang memiliki pengalaman yang luar biasa, baik dari sisi pengalaman kewirausahaan maupun dalam hal investasi ilmu.

Berawal dari pengalaman saya setelah terjun kedunia wirausaha, hampir setiap kali bertemu dengan para pelaku ukm Nganjuk, ternyata saya merasa paling muda. Ngobrol dengan beberapa pelaku ukm tersebut kadang ga nyambung, karena perbedaan usia yang cukup signifikan. Contohnya, ada yang tanya, kenapa Bawang Goreng Nabati saya bisa berada di luar negeri, padahal baru memulai usaha belum ada 1 tahun. Lalu saya jawab dari online. Dan mualilah per-bingung-an terjadi. Apakah online itu, apakah facebook itu, dan lain-lain.

Selanjutnya, ditambah lagi dengan pengalaman pelatihan yang diadakan oleh instansi-instansi pemerintah daerah. Banyak bermanfaat, namun isinya itu-itu saja. Saya mengikuti pelatihan dari dinas kesehatan, dinas perdagangan, dinas perijinan, baik dari nganjuk sendiri, maupun dari provinsi. Materinya sama. Pesertanya pun juga sama. Apa mungkin karena hanya dijadikan syarat untuk memenuhi program kerja mereka? Saya ga ngerti.

Dan lebih dalam lagi, tidak ada 1 pun materi yang mengajarkan saya tentang pemasaran. Padahal pemasaran adalah ilmu pengetahuan paling penting dalam dunia usaha. 

Nah dari sekian pemikiran itu, saya berencana mengumpulkan temen-temen muda Nganjuk, yang juga punya usaha di Nganjuk sendiri. Tujuannya apa? Agar silaturahim makin erat, barisan makin kuat, Kota Nganjuk makin dikenal. Bisnis temen-temen di Nganjuk makin eksis. Nah program yang ada dipikiran saya adalah, hanya Sharing ilmu pengetahuan dan pengalaman, melalui kopi darat.

Dan ternyata setelah kopdar kedua pada tanggal 6 Desember 2015 kemarin, banyak anak muda yang memiliki bisnis yang sudah terbilang wow. Dan yang membuat saya kagum adalah, datangnya seorang gadis kecil kelas 1 sma, yang informasinya saat ini sudah memiliki karyawan. Kopdar kemarin diadakan di salah satu rumah makan bernama Biyoeng, yang terletak di Ds Kramat Nganjuk. Dan ownernya juga merupakan anggota group ini, YUK, Young Entrepreneur Nganjuk.

Sampai saya menulis ini, saya masih tidak menyangka, masih kagum dengan latar belakang anggota group ini, ternyata anak-anak muda Nganjuk, banyak yang melalangbuana menimba ilmu. Ada yang sudah sering jadi pembicara TDA, ada juga yang jadi koordinatornya Bang Ippho, ada juga yang masih saudara dengan Pak Laksita Suhud, ada juga yang sudah memiliki omset ratusan juta per bulan, dan sebagainya dan sebagainya.

Semoga, group ini makin besar, dan memberi manfaat.
Semboyan kami adalah "Membangun Generasi Muda Wirausaha"


Read more
06 December 2015
Jadi Artis Lokal Sehari

Tanggal 1 Desember kemarin, whatsapp saya bunyi dari pagi, tang ting tung tang ting tung. Tapi memang ga sempat buka, karena saya ada janji dengan seseorang di Kediri.

Anak istri juga ikut ke Kediri, jadinya persiapannya lebih banyak dan hampir ga sempat buka hp. Pukul 8 lewat dikit akhirnya saya berangkat ke kota tahu itu.

Sesampai di sana, langsung ketemu dengan seseorang tersebut. Dan saat jabat tangan, dia bilang 'ciyeeeee masuk koran'

Wah, berasa jadi artis nih. Padahal saya sendiri juga belum baca apa beritanya. Setelah kita meeting kecil di ruang meeting besar, dia menyerahkan koran tersebut pada saya. Jepret, jepret, langsung saya foto. 


Saya teringat beberapa tahun yang lalu juga baca di Kedaulatan Rakyat, saya juga pernah masuk koran, ada foto saya tapi beritanya fokusnya bukan ke saya.


Kembali ke masalah koran tanggal 1.Desember 2015, Radar Nganjuk, Jawa Pos. Ternyata beritanya disebar di seluruh karesidenan Kediri. Dan kemarin, 4 Desember saat saya hadir di sebuah acara di Masjid, ada yang nyeletuk, "yang kemarin masuk koran ya mas?"

Hahaha, besar kepala saya. 

Namun yang bikin saya kagum, wartawannya pinter bikin judul, pinter mengolah kata. Modal Nangis.

Saya kira juga apa, ternyata modal nangis adalah, saat pertama saya mengiris bawang merah, nangis sampai bercucuran air mata, beritanya gitu, padahal biasa aja :p


Read more