Open top menu
18 September 2016
Surat Untuk Teman-Teman UKM Ku


Teman, saya mengucapkan selamat telah memilih jalan hidupmu sebagai seorang wirausahawan. Ada banyak harap dari banyak orang kepadamu, ada banyak doa yang tertuju untukmu. Tetaplah berjuang untuk kemajuan usahamu. 

Tolong jangan terlalu melihat ke samping (melihat usaha orang lain), teruslah melihat ke depan, fokuslah sama usahamu saat ini, fokuslah pada visi misimu sendiri. Bertahanlah minimal 5 tahun untuk mempertahankan produkmu sendiri. Negara ini butuh dirimu. Negara ini butuh produkmu. Negara ini sedang kekurangan produk asli anak negeri. Dari kita bangun tidur, sampai tidur lagi, mayoritas kita mengkonsumsi produk negara lain.


Saat kita memakai baju, semoga baju kita, bajumu, baju karyawanmu, semoga di cetak sama temanmu dari Indonesia, semoga benangnya dari pabrik yang asli milik Indonesia, dan semoga bahan baku dan alat-alat di pabrik benang itu juga buatan dari Indonesia.

Teman, saya titip salam untuk anak-anakmu. Ga perlu bercita-cita tinggi untuk menjadi presiden, atau astronot. Tapi ajaklah bercita-cita untuk menjadi wirausaha saja. Menjadi produsen odol (pasta gigi), menjadi produsen sabun, menjadi produsen shampo, atau produsen kebutuhan hidup sehari-hari tetanggamu.

Teman, berbagilah ilmu pengetahuan dan juga market kepada teman-teman UKM mu yang lain, ga perlu berharap imbal balik. Tenang saja, biar Allah yang memberimu imbalan nantinya. Belilah produk temanmu sendiri. Sisihkan uang 100 atau 200 ribu tiap bulan khusus untuk membeli produk/dagangan temanmu. Termasuk untuk membeli buah-buahan atau hasil panen dari petani-petani Indonesia sendiri. Ajaklah juga keluargamu, orang tuamu, saudaramu, juga tetanggamu untuk mengikuti caramu.

Teman, teruslah berinovasi dan memperbaiki diri, memperbaiki produkmu. Yakinlah, semua produk memiliki jodohnya sendiri. Teruslah berjuang dan jangan mudah menyerah. Saya yakin dalam usahamu untuk merintis UKM mu, lebih dari 50% adalah tentang hidup atau matimu. Sekali lagi, negara ini membutuhkan dirimu, membutuhkan produkmu.



Salam,
Puguh Wicaksono
Owner Bawang Goreng Nabati
Read more
09 September 2016
Jangan Seperti Mengumpulkan Harta Disebuah Tas Yang Berlubang

Sebuah pengingat untuk diri saya pribadi.

Engkau memperbaiki wudhu'mu, namun dengan cara berlebihan dalam menggunakan airnya.

Engkau bersedekah kepada orang yang kau anggap layak diberikan, namun engkau merendahkan dan menyakiti perasaan dan hatinya.

Engkau shalat malam, puasa di siang hari, mematuhi Rabbmu, namun engkau memutuskan tali silaturrahim.

Engkau berpuasa dan bersabar menahan lapar dan dahaga, namun lisanmu dengan mudah melaknat dan mencela.

Engkau menggunakan pakaian serba longgar dan berlapis menutupi kepala dan badanmu, namun tdk sedikit pun engkau menjaga lisan dan sikapmu untuk lebih menghormati orang lain.

Engkau muliakan tamu, namun saat dia keluar engkau meng'ghibahinya dan menyebut keburukan-keburukannya,

Jangan kumpulkan kebaikan-kebaikanmu di sebuah kantong yang berlubang...

Engkau mengumpulkannya dengan susah payah, namun dengan mudahnya kebaikanmu berguguran karena perbuatanmu sendiri tanpa kau sadari...

Hingga akhirnya rahmat dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan itu hilang tak berbekas, seperti buih diterpa air laut....HABIS

Sedangkan kita sendiri tak tahu berapa banyak kah yg telah terkumpul untuk bekal kita di hari akhir nanti...

Semoga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua atas apa yg kita telah lakukan sepanjang hari

Anggap lah orang lain lebih baik dari diri kita sendiri, agar kita selalu menghormati dan menghargainya dan agar kita selalu belajar lebih bersikap mulia kepada sesama.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin..




Read more