Open top menu
23 February 2017
Setiap Manusia Ada Masanya, Setiap Masa Ada Manusianya

Papua 2 jam lebih awal dari Jawa, Tapi tidak berarti Jawa lambat, atau Papua cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun utk memiliki momongan. 
Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.

Seseorang lulus kuliah di usia 22th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27th dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 70 th.

Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.

Bekerjalah sesuai "Zona Waktu"mu.

Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakangmu.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Alloh.SWT punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. 
Waktu berbeda utk setiap orang. Obama pensiun dr presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump maju di usianya ke 70.

Adanya disyukuri, jangan sombong tetap rendah hati.
Tidak adanya tetap disyukuri, berjuang lagi dg Sabar, doa & tawakal kpd Alloh.SWT.

Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya...

Itu "Zona Waktu" mereka.

Kita pun berada di "Zona Waktu" kita sendiri!

Kita tidak terlambat. 
Kita tidak lebih cepat. 
Kita sangat sangat tepat waktu! 
Tetaplah kejar keberkahan Alloh.SWT, agar sampai pada muara kebahagiaan di surgaNya..

Kita di "Zona Waktu" kita!

Semoga Alloh selalu memberikan Barokah & Ridho dengan segala aktivitas kita.
Read more
21 February 2017
Pemuda Nganjuk Mulai Bangkit


Kemarin tanggal 19 Februari 2017 saya diberi kesempatan untuk sharing sedikit dalam acara Seminar Leadership yang diadakan di STKIP Nganjuk. Acara yang digagas oleh para pemuda pemudi dari Nganjuk yang tergabung dalam komunitas Muda Anjuk Ladang ini menurut saya adalah kegiatan yang luar biasa. Acara ini dihadiri oleh ratusan pemuda, baik dari tingkat SMA maupun mahasiswa.

Kegiatan nonprofit ini semata-mata adalah salah satu bentuk bakti dari teman-teman Muda Anjuk Ladang terhadap kota Nganjuk tercinta. Mereka seolah tidak mau, pemuda-pemudi Nganjuk ini salah dalam melangkah dalam era yang serba modern ini.

Saya pribadi salut juga kepada para panitia kegiatan ini. Mayoritas dari mereka adalah pemuda-pemudi Nganjuk yang sudah bekerja di luar kota Nganjuk. Ada yang sudah di Surabaya, di Jakarta, di Nusa Tenggara, tapi masih meluangkan waktu dan tenaganya untuk berbagi dan mengarahkan adik-adik mereka untuk berjalan pada jalur yang lebih bermanfaat. 

Tak tanggung-tanggung, seorang profesor dari ITS Surabaya juga diboyong untuk memberikan pandangan kepada anak muda Nganjuk ini.

Intinya adalah mereka tidak mau para pemuda Nganjuk menjadi pribadi yang keliru, mereka ini merupakan gerakan dari pemuda Nganjuk untuk berpikir dan melakukan aksi nyata untuk kota tercinta, Nganjuk pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. 


Sayangnya, acara yang dimulai sejak pukul 08.00 sampe 16.00 ini tidak bisa saya ikuti sampai selesai, karena pada jam 10.00 saya sudah ada kegiatan bersama temen-temen komunitas pengusaha muda Nganjuk, Young Entrepreneur Nganjuk (YUK). Lagi-lagi komunitas anak muda Nganjuk.

Agenda bulanan dari temen-temen YUK ini merupakan kegiatan positif yang anggotanya lebih mengerucut pada profesi wirausaha, baik pengusaha pemula maupun pengusaha yang sudah beromset ratusan juta.

Saya rasa, para pemuda-pemudi Nganjuk sudah mulai bangkit, sudah mulai peduli terhadap kota tercinta ini. Tinggal lebih memperbanyak untuk melakukan aksi nyata saja yang positif dan menjadikan Nganjuk sebagai kota yang lebih dikenal luas dan lebih bermartabat.

YUK kita merapatkan barisan.

Semoga kita termasuk dalam 10 orang pemuda yang diharapkan Bung Karno untuk mengguncang dunia.




Read more
06 February 2017
SOLUTIVE VS DISRUPTIVE

Sedang ramai diperbincangkan tentang sebuah zaman yang akan menggilas mereka yang tidak mau berubah : DISRUPTION ERA.

Konon kabarnya, kemajuan dunia teknologi dan telekomunikasi akan memporak-porandakan bisnis model yang ada. Disctarra yang harus tutup, MNC yang deg-deg an akan kehadiran netflix, perusahaan distribusi yang mulai terpangkas oleh jalur penjualan online, sampai sampai seminar-seminar offair yang pelan-pelan beralih ke webinar.

Sebenarnya bagaimana sebuah bisnis tergilas, lalu bisnis seperti apakah yang dapat menggilas? Berikut ada paparan bagus.


***

Sekitar tahun 90an tengah, rumah saya kedatangan om-om petugas telkom lengkap dengan baju lapangannya. Sebuah perangkat kecil dipasang dipojok ruang keluarga. Mereka bilang itu "telepon".

Semenjak benda itu terpasang, Saya yang ber-ayah-kan orang lapangan, sedikit demi sedikit mulai terobati dengan obrolan via telepon antara Balikpapan dan Badak Operation.

Selang hampir 20 tahun, alhamdulillah alat itu masih terpasang di rumah. Faktanya, hari ini alat itu tidak terpakai sama sekali. Kami semua sudah terhubung via mobile phone.

mungkin Anda juga mengalami hal yang sama.

***

Oleh para pakar bisnis, hal ini disebut dengan disruption, atau penggilasan sebuah bisnis model baru terhadap bisnis model yang lama.

Dahulu Telkom memanfaatkan jejaring kabel untuk mengalirkan gelombang suara lewat fix line. Kemudian hadir era GSM. Alhamdulillah Telkom sudah menyiapkan unit usaha untuk menggilas dirinya sendiri : TELKOMSEL.

Tapi ini tidak terjadi pada PT POS. Bisnis model yang berawal dari pengiriman surat harus dilumat oleh email. Jasa transfer uang via wesel pos juga harus pasrah dihajar bank-bank pendatang. PT POS skrg mati-matian ganti gigi bisnis model jadi payment gateway dan berfokus pada ekspedisi. Semoga berhasil.

Ada disctarra yang tutup karena MP3 dan Film digital bajakan sudah tersedia open source. Ada ratusan perusahaan travel yang harus gigit jari dilumat Traveloka. Ada ratusan kios-kios HP yang harus ridho bersaing harga miring sinting dengan Lazada. Apa boleh buat. Mereka tergilas oleh penggilas.

***

Tapi saya gak setuju jika isu utama kita adalah gilas menggilas. Sebenarnya, yang terjadi hanyalah gerak market yang sangat alami.

Pasar atau market akan beralih pada produk barang atau jasa yang lebih memberikan solusi ke mereka. Lebih baik, lebih murah, lebih cepat dan lebih menyenangkan. Itulah pasar.

Email melumat PT POS karena memang lebih cepat, relatif gratis (jika nempel di wifi tetangga), lalu menyenangkan : bisa attach, bisa reply, cepat, tersimpan dengan baik.

GSM melumat fix line phone. Karena memang bisa dibawa kemana-mana. Ringkas dan cepat. Belum lagi jika perangkatnya adalah smartphone.

Dan perusahaan selular pun, harus siap-siap turun pendapatan karena mereka kehilangan pendapatan dari SMS dan voice. Ingat : aplikasi smartphone sudah dapat memberikan mereka kenyamanan chat dan phone calling lewat layanan data. Mengerikan.

Sekali lagi, yang lebih memberikan solusi, akan menggilas yang kurang memberikan solusi. Sesuatu yang lebih SOLUTIVE akan menggilas mereka yang kurang solutive. Akur.

***
Kuncinya bukan pada pemakaian teknologi atau gegap gempitanya pola digital dalam bisnis Anda. Yang sangat substantif adalah pertanyaan pertanyaan berikut ini :

1. Anda harus terus berfikir, apakah produk Anda sudah memberikan solusi kepada banyak orang?

2. Apakah ada perusahaan lain yang dapat menyediakan solusi lebih baik?

3. Apakah solusi yang anda tawarkan melalui produk Anda memiliki harga yang kompetitif.

YUK.. jadilah SOLUTIVE.. atau Anda DISRUPTIVE...
Read more