Open top menu
28 November 2015
Filosofi Pohon Bambu



Kita pasti tahu pohon bambu.. Pohon ini begitu indah sekaligus kuat ....dan sering dijadikan sbg penghias di kebun yg mewah, atau akarnya bisa menjadi menu makanan favorit, batangnya bisa sbg bahan kerajinan dan atau bahan bangunan, bahkan daunnya bisa dijadikan ramuan obat2an. Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.

Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama !!! Walaupun setiap hari disiram dan diberikan pupuk., Tumbuh pun hanya beberapa puluh cm saja. Namun setelah 5 th, maka pertumbuhan pohon bambu tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu dahsyat dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter. Dan itu hanya terjadi dalam hitungan minggu !!!

Sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu?

Ternyata, selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar, dan bukan pada batang. Pohon bambu sedang menyiapkan pondasi yang sangat kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter !!.

Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang !!

Moral of The story

Saudara & sahabatku,
Jika kita sedang atau sudah mengalami suatu kegagalan dan merasa jauh sekali dari hasil yg kita harapkan, sebenarnya bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan. 
Justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri. Mental kita sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan kita.

Ketika kita lelah dan hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Tetaplah semangat dan belajarlah dari Pohon Bambu. 
Jika kita cepat putus asa maka akan sia-sia saja usaha kita selama ini. Shg kita tidak akan bisa memetik hasilnya.

Saudara & sahabatku,
Kita sebagai manusia yang mempunyai akal budi dan perasaan kita harus belajar dari pohon bambu yg semua bagiannya bermanfaat. Seharusnya setiap perkataan dan setiap perbuatan yang kita lakukan selalu mempunyai manfaat bagi sesama

Buya Hamka berkata :
“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup.
Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja” 

Saudara & sahabatku,
Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, dia akan merunduk. 
Setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali. 
Seperti perjalanan hidup seorang manusia, pastilah tidak lepas dari cobaan dan rintangan.

TETAP SEMANGAT.
Bersama Alloh bisa & pasti ada Solusinya.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Read more
22 November 2015
Ada Banyak Doa Untuk Pengusaha

Pengusaha, sebuah kata / pekerjaan yang sampai saat ini masih didengar mewah. Kenapa, karena menurut data statistik, di Indonesia jumlah pengusaha hanya 1,65% dari total penduduk Indonesia. Kenapa Indonesia masih minim dengan jumlah pengusaha? Mungkin banyak yang masih takut atau bingung mulai dari mana, mau usaha apa.

Jangan khawatir, just do it saja. Ada lebih dari 250 juta penduduk Indonesia yang berpotensi membeli produk kita, apapun itu. Dan saya sampai detik ini sangat yakin bahwa setiap barang dagangan itu memiliki jodohnya sendiri

Sekali lagi, just do it.

Mungkin ada yang masih ingat, bagaimana saya bisa memulai bisnis Bawang Goreng Nabati yang mulai saya tulis di blog ini pada bab Saya Pensiun Dini. Saya mengajukan resign dari kantor dimana saya sudah 7 tahun mengabdi tanpa tau setelah resign mau ngapain. Tapi saat itu sudah tau bahwa saya mau membuka usaha, dan sayangnya saya tidak tau mau usaha apa. Saya hanya just do it, saya harus resign. Edan kata orang-orang.

Secara singkat saya cerita, saya menemukan potensi usaha bawang goreng pada h + 1 setelah saya resign. Nah mungkin disitulah ada kekuatan doa dari orang-orang terdekat. Saat proses produksi, hampir semua karyawan mendoakan, agar usaha saya ini bisa besar dan sukses. Nah di sini saya semakin yakin, banyak doa untuk para pengusaha.

Siapa saja yang mendoakan?

1. Keluarga.
Siapa saja keluarga kita itu? Tentunya orang tua, anak istri, adik kakak, saudara dekat-saudara jauh, dan masih banyak keluarga kita. 

2. Karyawan
Para karyawan pasti akan mendoakan kita baik secara langsung atau tidak langsung. Karyawan tersebut membutuhkan penghasilan untuk mencukupi keluarga mereka. Dan pasti ada kemungkinan keluarga dari para karyawan kita turut mendoakan. Karena semakin besar usaha kita, karyawan yang dibutuhkan juga makin banyak. Secara tidak langsung kita membantu perekonomian mereka.

3. Supplier
Apabila kita menjadi pengusaha, kita tidak mungkin bisa lepas dari namanya supplier. Mereka pasti akan mendoakan kita, agar usaha kita makin besar dan sukses. Karena semakin besar usaha kita, pembelian ke supplier juga makin besar pula. Dan pastinya keluarga dari supplier akan mendoakan supplier kita agar usahanya makin besar dan sukses juga kan?

4. Teman
Kita semua pasti punya teman, bahkan sahabat. Teman / sahabat kita sudah pasti akan mendoakan kita. Karena mereka tidak ingin temannya jatuh dan tersungkur.

5. Konsumen
Pengalaman saya melalui bawang goreng ini, banyak sekali konsumen yang mendoakan saya, agar usaha saya makin maju, makin sukses, makin berkah dan bermanfaat untuk banyak orang.

6. Kita sendiri
Tentunya kita sendiri yang memiliki usaha tidak berdoa. Kita pasti berdoa agar usaha kita tetap berjalan dan berkembang.

Apakah kalo kita sebagai karyawan tidak ada yang mendoakan? 
Pasti ada yang mendoakan, mungkin tidak sebanyak doa kepada para pengusaha.


Doa, sesuatu yang sangat mudah diucapkan, namun dampaknya akan luar biasa.
Berdoalah, doakan teman / kerabat kita. Karena doa yang kita panjatkan akan kembali kepada kita sendiri.

Pengusaha adalah Pejuang.
Read more
08 November 2015
Kecerdasan Financial

Introspeksi yuk... Baca sampai habis. Menarik lho...

Malam ini kita belajar ya, saya akan berbicara tentang KECERDASAN FINANSIAL.

Konon KECERDASAN itu ada banyak sekali, ada KECERDASAN EMOSIONAL, ada juga Kecerdasan Intelektual, ada pula Kecerdasan Spiritual, dan masih banyak lagi kecerdasan yang lain...

kita sudah sering dengar tentang IQ, EQ, SQ... namun malam ini, saya akan mengajarkan tentang prinsip dasar KECERDASAN FINANSIAL...

Apaan itu KECERDASAN FINANSIAL ?

itu bukan semacam makanan yang terbuat dari Tepung dan isinya pisang hee....

Katanya ni, kalau orang yang IQ nya tinggi maka dia Pinter, mampu mengingat banyak hal, dan bisa membedakan satu benda dengan benda yang lain dengan baik.... Pinter.

kalau EQ nya tinggi, maka dia Dewasa, secara Emosi akan stabil.... mungkin bahasa kita orang yang EQ nya tinggi orang yang Bijaksana lah kira kira :)

kalau SQ nya tinggi, ini orang yang tingkat spiritualnya baik... ibadah2 nya baik, pemahaman agamanya baik, dan lain2nya....

tapi apa itu kecerdasan Finansial?

Mungkin ketika mendengarnya, kita akan mengira bahwa KECERDASAN FINANSIAL berbicara tentang UANG...

kenyataannya Tidak, Kecerdasan Finansial berbiacara tentang ORANG.

Bahasa mudahnya, Orang2 yang mampu memahami cara kerja UANG dan membuat UANG nya dari sedikit menjadi banyak... mereka memiliki KECERDASAN FINANSIAL tinggi.

kalau kita punya KECERDASAN FINANSIAL tinggi....maka, simple nya, kita bisa dengan mudah menjadi orang KAYA :D

MAsalahnya adalah,.... KECERDASAN FINANSIAL ini tidak diajarkan di sekolah

jadi jangan heran bin kaget kalau Banyak orang yang tidak sekolah tapi KAYA....

kalau orang tidak sekolah tapi IQ nya rendah, EQ nya rendah, SQ nya rendah.... mungkin banyak...

tapi Kecerdasan Finansial tidak diajarkan di sekolah...

kalau mau KAYA, belajarnya bukan di sekolah...

jadi salah, kalau kita sekolah TINGGI2 niatnya mau KAYA....:D

Kecerdasan Finansial itu bisa diasah dan dipelajari, dimana kita belajarnya?

dalam kehidupan sehari-hari.......dari buku2 keuangan, dari melakukan bisnis, dari seminar2...dll

tapi tidak di sekolah pada umumnya.

Malam ini saya menyampaikan beberapa PRINSIP dasar ketika kita belajar KECERDASAN FINANSIAL, hal hal mudah... tapi mungkin sering kita lupakan...

1. Kemampuan membedakan KONSUMSI dan PRODUKSI...

Secara sederhana, dalam aktivitas ekonomi ada 3 aktivitas yang kita ketahui. ada Produksi, distribusi dan juga konsumsi.

kadang ada juga yang mengatakan hanya Produksi dan Konsumsi... sedangkan distribusi menjadi bagian dari PRoduksi. apa beda nya?

kegiatan produksi dan distribusi adalah kegiatan yang memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk..

sedangkan kegiatan konsumsi adalah aktivitas menghabiskan nilai dari suatu produk....

untuk meninggikan kemampuan finansial kita, maka kita harus bisa dengan jelas membedakan mana aktivitas produktif dan mana konsumtif.

Tindakan kita sehari-hari, yang bersifat mengeluarkan uang, dapat dikategorikan ke dalam dua jenis; produktif atau konsumtif

Cobalah membuat daftar 50 hal yang biasa Anda lakukan setiap hari. Pilah kegiatan-kegiatan tersebut menjadi aktivitas produksi atau konsumsi.

Yang termasuk kegiatan konsumsi a.l. memakai mobil ke mal, makan, beli cemilan, membeli pulsa, bayar service kendaraan, membayar rekening listrik, beli baju, membayar angsuran rumah yang ditempati keluarga, dan lain-lain

Sementara itu yang termasuk kegiatan produktif a.l. bekerja di kantor, menjadi perantara jual-beli mobil bekas, mengerjakan script-writing/tulisan/desain grafis yang dipesan klien, membeli mobil (untuk disewakan), dll.

coba kita list aktivitas harian kita....daaaannn....

Jangan kaget, 90% item kegiatan kita sehari-hari adalah aktifitas konsumtif. Tetapi tidak mengapa, bukan itu poinnya..

Yang penting bagi kita adalah mempertimbangkan kembali setiap item kegiatan konsumtif. Benarkah uang layak dikeluarkan ? Mengapa harus ikut fitness yang tarifnya Rp 2 juta sebulan, kalau ada alternatif lain yang hanya Rp 25 ribu sekali datang ? Mengapa harus membeli baju seharga Rp 500 ribu kalau ada pilihan lain dengan harga seperlimanya ?

orang yang cerdas Finansial, cerdas dalam mengeluarkan uangnya. tahu ini konsumtif dan produktif

kenapa orang menjadi miskin? karena secara tidak cerdas, menghabiskan lebih dari 60% uangnya setiap bulan untuk konsumtif...

kalau nda percaya, coba kita cek... untuk apa uang kita habis? tadi sudah saya beri contoh diatas pengeluaran produktif dan konsumtif.

Cepat2 deh di bedah pengeluaran kita masing2... dan temukan, kalau besar konsumtif, maka kita akan susah jadi orang kaya... kita harus merubah pola pengeluaran...

bukan masalah berapa besar penghasilan kita. tapi seberapa besar untuk konsumtif dan seberapa besar untuk produktif.

kalau banyak konsumtif..... siap siap.... miskin nya masih Lama hee... tapi kalau sudah lebih banyak yang produktif, maka segera akan menjadi lebih besar....

2. Kemampuan membedakan, mana aset kita dan mana beban/hutang kita.

sekali lagi kemampuan ini yang bisa membuat kita menjadi Kaya, atau terus miskin. yang kedua adalah kemampuan membedakan semua benda yang kita miliki skrg atau nanti, apakah itu adalah aset....? ataukah beban? atau hutang?

untuk memudahkan pembahasan ini, saya akan memberikan definisi dari ketiganya dulu biar mudah difahami :)

Aset adalah semua sumberdaya (semua hal, berupa benda terlihat atau tidak, yang kita miliki) yang bisa mendatangkan uang masuk kedalam kantong kita.... ini aset.

semua yang membuat kita dapat uang, dimasa depan adalah aset.

contoh, saya punya sebuah HP yang digunakan untuk jualan, nyari uang. maka karena HP ini bisa mendatangkan uang kedalam kantong saya, maka HP yang saya pakai sehari2 untuk jualan ini aset.

motor yang kita pakai untuk kerja, laptop yang kita pakai untuk jualan online, dan semua hal yang bisa mendatangkan uang kepada kita adalah aset... termasuk suami masing2 :D

dalam bisnis aset bisa dalam bentuk apa saja.... yang penting bisa mendatangkan uang bagi kita....

lalu Hutang, adalah kewajiban yang membuat kita harus mengeluarkan uang dimasa akan datang itu HUTANG namanya

contoh HUTANG......  HP baru yang dibeli secara kredit... itu HUTANG.. dalam bentuk HP.

oh....jadi HP bisa jadi aset, bisa jadi hutang ya? iyap.... kalau belum lunas dia adalah HUTANG

misal RUMAH.... kalau saya punya RUMAH, ini ASET atau HUTANG?

tergantung, RUMAH nya sudah lunas belum? kalau belum lunas namanya HUTANG. kalau belum lunas, belum jadi aset saya rumah nya. masih jadi aset BANK, yang jika sewaktu waktu saya tidak bayar HUTANG nya, BANK bisa mengambil kembali aset ini..

jadi kalau ada yang baru beli RUMAH nyicil 10 tahun... jangan bilang " Wahai orang orang, ini aset saya....." eh, maaf bu, itu seharusnya "wahai orang-orang...ini HUTANG saya" :D

terakhir BEBAN, semua hal yang membuat kita mengeluarkan uang setiap kita pakai.

Misal kalau saya punya MOTOR, yang tidak dipakai untuk NYARI UANG, tapi sudah LUNAS jadi milik saya, hanya dipakai untuk jalan jalan saja.... maka motor ini adalah BEBAN

Si motor tidak memberikan kita pemasukan (bukan aset) tidak juga kita harus nyicicil (bukan hutang), tapi kita harus mengeluarkan uang untuk memakainya...merawatnya... maka ini BEBAN.

Semakin banyak HUTANG dan BEBAN, semakin sulitlah kehidupan kita.

dengan memahami ini.... kita mengetahui mana aset, hutang dan beban.. kita akan dewasa didalam belanja....

mengeluarkan uang untuk memperbanyak aset akan lebih baik, sebelum mengeluarkan uang, tanya ke diri kita, ini untuk aset atau beban? jangan sampai yang ditambah itu hutang...

aset tidak ada, hutang bertambah banyak...ini gaswat

semakin pandai kita mengelola pengeluaran untuk menambah aset, akan semakin bagus masa depan kita selanjutnya.

ada orang, yang suka dapat uang sedikit, buat uang muka barang mewah agar terlihat wah diatara yang lain... namun setiap bulan harus mencicil hingga menggigil... ini tidak baik... jangan ditiru ya.... kalau sudah terlanjut, cepatlah insaf :D

coba lihat, ada banyak contoh, ibu2 hanya jualan cabe di pasar, tapi karena niat mau naik haji nya KUAT SEKALI.... maka untung berapapun ditabung, tidak boros.,..akhirnya uang nya selalu habis...

menabung itu bukan masalah BESAR atau KECIL penghasilan kita, tapi itu tentang TUJUAN KEUANGAN kita ada atau tidak :D

coba niat nabung deh untuk sesuatu, maka uang yang didapat pasti tidak akan mudah keluar dengan begitu saja...hee....

PERBAIKI HUTANG kita, dikecilkan...... dan perbanyak ASET yang mendatangkan uang kepada kita... dalam bisnis OL, Reseller atau member adalah ASET kita semua.. maka jangan sampai kita kehilangan...

jangan menambah banyak BEBAN ya, hidup akan semakin susah. BEBAN itu misal barang2 yang tidak memberikan manfaat ekonomi, tidak mendatangkan UANG, tapi kita untuk merawatnya harus mengeluarkan uang.

Orang yang Kecerdasan FINANSIAL nya tinggi itu seperti MAIL bin Mail.... semuanya bisa jadi aset di jual oleh dia :D

orang yang Pemahaman keuangannya bagus, ketika melihat seekor ayam, maka dia akan melihat peluang bisa membuat peternakan ayam...

orang yang pemahaman keuangannya tidak bagus, melihat seekor ayam, maka dia akan membayangkan betapa nikmatnya daging ayam kalau di bakar ditambah kecap :D

bashiroh nya sudah beda, cara pandangnya sudah beda kalau kita memiliki kecerdasan keuangan dan tidak...

pointnya adalah, dalam mengeluarkan uang, perbanyak aset.. perbanyak hal yang bisa mendatangkan uang kepada kita seperti reseller misalnya dalam bisnis raihan, Lalu PERKECIL HUTANG...kalau bisa dihindari...jangan ditambah.... dan kurangi BEBAN.....

malam ini, pelajarannya dasar dulu ya... 2 point untuk membuat kita melek terhadap keuangan.. ingat, KECERDASAN FINANSIAL berbicara tentang ORANG, bukan tentang UANG... jadi kita sebagai orang yang harus berubah.,...

di Malam berikutnya, pelajarannya ditambah lagi untuk meningkatkan KECERDASAN KEUANGAN kita. bagi yang kecerdasan pengelolaan uangnya semakin bagus, akan semakin produktif dan semakin kaya pada akhirnya.

kita harus terus belajar ya.... dan terus semangat..:)

Fitra Jaya Saleh
Read more