Skip to main content

Posts

Nyobain Kopi Luwak, GRATIS !!!

Pagi tadi, alhamdulillah kembali diberikan sebuah kenikmatan silaturahmi pagi. Bangun dari subuh, bapak ngajak jalan-jalan keliling rumah. Kemarin sore, bapak, ibu dan adik datang ke rumah Jogja dari kampung nan jauh di mato, mendadak tanpa pemberitahuan, sureprise katanya, tiba-tiba nongol depan pintu rumah. Nah pas jalan-jalan tadi pagi, bapak ngajak ke sebuah sawah depan rumah yang sudah difungsikan sebagai tempat nongkrong dan tempat berteduh para seniman lukis. Bapak tanya, ini tempat punya siapa kok adem banget, saya jawab ini punya pak ali pengusaha kopi luwak. Rumahnya dekat dengan tempat berteduh tersebut dan mampirlah kita kesana hanya untuk ngobrol-ngobrol aja, karena Bapak penasaran banget setelah saya ceritain kalo 100gram bubuk kopi dijual 500ribu. Masuklah kita ke rumah Pak Ali, dan kita diseduhkan secangkir kopi, tapi tidak secangkir utuh, hanya setengahnya aja. Pak Ali bilang 'segitu harganya 80ribu' sambil terbahak-bahak sambil menjelaskan bahw...

Kenapa Harus Black Campaign

Foto dari Bintang Arigia Pertarungan capres cawapres tahun ini saya rasa paling panas diantara pertarungan pada pemilu-pemilu sebelumnya, mungkin dikarenakan kandidatnya hanya 2, Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Saya rasa pemilu kali ini adalah pemilu terbaik yang pernah saya tau, dimana kedua tokoh merupakan orang-orang terbaik yang saat ini ada. Dan saya sangat yakin siapapun pemenangnya, Indonesia 5 tahun kedepan akan menjadi lebih maju. Layaknya manusia biasa, kedua kandidat capres juga pasti memiliki kekurangan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna, dan kekurangan-kekurangan itulah yang banyak dipublikasikan ke masyarakat umum. Saat ini hampir setiap orang sudah menggenggam internet di tangan, kemudahan informasi ini yang dimanfaatkan untuk mempublikasikan hal-hal terkait kedua kandidat calon presiden kita. Begitu juga oleh sasiun tv yang mengusungnya, seperti perang media. Tapi yang saya sangat-sangat miris adalah, kebanyakan mereka mempublikas...

Jalan Lagi ke Pantai Depok dan Gumuk Pasir

Dulu pernah ngejanjiin istri makan beli ikan segar dan masak di tempat, tepatnya di Pantai Depok Yogyakarta, tapi belum juga kesampean. Nah kemarin itu pas sama-sama santai di rumah dan ga ada aktifitas apa, iseng lah ke pantai depok, sekalian ngajak temen kantor yang juga rumahnya ga jauh dari rumah kita, AJe  (seorang mantan reporter detik.com) Berangkat siang, pulang sore, dan ternyata sekarang ini Pantai Depok sudah rame. Ga seperti 2 tahun lalu saat saya kesana pertama kalinya.  Sepulang dari  Pantai Depok, iseng lah kita cari sunset, termasuk di gurun pasir nya Jogja (Gumuk Pasir). Ini tempat keren banget. Kalo di luar negeri, mereka berselancar di salju, kalo di Jogja, ya di Pasir ini. Ada juga yang gunain buat maen bola, ada juga yang foto prewed. Jogja lengkap lah...

Silaturahmi ke Pantai Baru

Iseng aja ngerencanain jalan-jalan pagi hari ke pantai. Rame-rame naik mobil sejenis konvoi pagi hari. Eh ternyata responnya bagus, banyak yang pengen ikut. Yaudah kita jadiin deh. Lokasi ke Pantai Baru Kulon Progo Yogyakarta, meeting point di Instsitut Seni Indonesia, jadilah kita berangkat. Dan ga diduga ternyata banyak temen baru yang pengen gabung. Kita jadinya punya tambahan kenalan dari salah satu pegawai bank, ada juga pengusaha, owner salah satu apotek besar di Jogja, pejabat daerah, dan sebagainya. Memang silaturahmi itu selain bisa memperpanjang umur, menyehatkan, bisa bikin makin banyak rejeki. Hehehe, nih foto-foto hasil silaturahmi kami...

Pertama Kalinya Belajar Gamelan

Siang tadi setelah iseng ngajak temen-temen club mobil makan di salah satu warung makan samping rumah, Sambel Belut Pak Sabar, temen-temen ngajak main ke rumah saya (kebalik ya harusnya saya yang ngajakin). Nah saat ngobrol di rumah ga berasa sambil nunggu hujan teda, waktu sudah menunjukkan pukul 16.45 WIB.  Rasanya ngumpul-ngumpul seharian itu kurang, akhirnya salah satu temen yang juga pengusaha konveksi di Bantul, menghubungi temennya dari konunitas pemuda pecinta gamelan. Kebetulan banget setelah maghrib akan latihan gamelan di Rumah Budaya Tembi Yogyakarta. Saya coba tanya apa saya bisa ikut latihan, ternyata dengan terbuka mereka mau mengajarkan saya bermain gamelan. Tanpa pikir panjang, kita semua meluncur ke Rumah Budaya Tembi yang jaraknya hanya sekitr 3 km dari rumah saya. Sambil menunggu sang pelatih datang kita maen-maen dulu di kolam renangnya yang keren itu. Ga lupa juga nyobain angkringannya disitu. Saat sang pelatih dan ...

Kampanye 2014

Entah kenapa akhir-akhir ini doyan banget ngomongin politik dan negara. Kali ini saya mau ngomongin tentang kampanye aja. Kampanye, cara untuk menyampaikan visi dan misi para calon wakil rakyat. Ada pula yang beranggapan cara menebar janji. Ada yang berjanji memberikan lapangan pekerjaan, ada yang berjanji memberikan kesehatan gratis, sekolah gratis, dan sebagainya. Yang paling menggelitik buat saya yaitu ada calon wakil rakyat di daerah yang akan memperlancar proses para warga yang ingin bekerja di luar negeri menjadi TKI yang nantinya akan mendapat gaji yang besar di sana. Menarik buat saya dan lucu.  Kenapa mereka harus keluar negeri ya? Kenapa kok ga membuka lapangan kerja yang banyak aja di negeri sendiri? Semakin banyak lapangan kerja di negeri sendiri kan jadinya mereka ga perlu hidup berjauhan dari keluarga, dekat dengan anak istri, orang tua, teman-teman. Bukannya lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan berlian di negeri orang? Atau pepatah it...

Agama Apa yang Paling Baik?

Ada cerita menarik yang saya dapat dari salah satu pembahasan pada group di salah satu social media saya, dimana membahas tentang agama terbaik. Dan salah seorang tersebut mengutip cerita dari ilmu pengetahuannya. Ceritanya begini... Seorang ahli dari kelompok The Theology Of Freedom dari Brazil bernama Leonardo Boff bertanya pada Dalai Lama, pemimpin umat Buddha dari Tibet, "Yang Mulia, apakah agama terbaik? Leonardo Boff menduga bahwa Dalai Lama akan menjawab, "Agama Buddha dari Tibet". Ternyata sambil tersenyum, Dalai Lama menjawab, "Agama terbaik yaitu agama yg membuat anda menjadi orang yang lebih baik. " Sambil menutupi rasa malu karena punya dugaan kurang baik tentang Dalai Lama, Leonardo Boff bertanya lagi, "Apakah tanda agama yang membuat kita menjadi lebih baik? " Jawaban Dalai Lama, " Agama apapun yang bisa membuat anda Lebih welas asih, lebih berpikiran sehat, lebih objektif & adil, lebih menyayangi, lebih manusiawi, ...

Cerita Tadi Pagi di Sebuah Bank di Jogja

Seperti biasa, rutinitas setiap hari kantor adalah meeting dengen perusahaan lain. Kali ini saya meeting dengan salah satu bank swasta nasional. Kita janjian sebelum makan siang, diatur waktu sekitar pukul setengah 12. Saya sampai lokasi pukul 11.22 waktu indonesia hp saya. Setelah ngobrol sekitar setengah jam tentang keunggulan layanan dari perusahaan saya, pimpinan cabang bank tersebut nanya seputar hal-hal pribadi. Sempat juga beliau menanyakan tentang posisi saya saat ini di perusahaan sekarang. Tidak lama kemudian keluarlah pernyataan dari beliau bahwa saat ini beliau membutuhkan seorang pekerja dan menawarkan ke saya dengan posisi yang menggiurkan, yaitu sebagai.....  (kasih tau ga ya?). Namun mohon maaf, posisi yang ditawarkan terlalu tinggi buat saya, jadi lebih baik kita berteman saja pak, biar enak ngopi-ngopinya. Kadang mencari pekerjaan itu susah, kadang mencari nafkah itu datang dengan sendirinya.  Alhamdulillah

10.000 Genteng Untuk Kelud

Beberapa waktu lau di group alumni angkatan kampus, ada seorang yang dari Kediri posting gambar beberapa rumah yang terkena imbas lahar dingin. Bersamaan dengan itu saya dapat kiriman banyak rumah yang gentengnya hancur.  Iseng aja di group itu ngumpulin dana, terkumpullah sedikit demi sedikit. Saya cari info sana-sini kira-kira bantuan apa yang akan diberikan. Nah saya teringat genteng tadi.  Ada relawan yang bilang rumah yang hancur cuma 4 rumah. Yang lainnya kerusakan kecil, jadi genteng ga begitu perlu.  Ada juga relawan yang bilang, genteng sudah dibantu pemerintah, jadi bantuan berupa genteng ga perlu. Setelah mendengar berita bahwa pemerintah akan memberikan genteng, namun baru 1 juta genteng, sementara kebutuhan gentengnya ada 6 juta buah, ya langsung saja saya putuskan untuk beli genteng. Saya konsultasikan dengan temen dari BPPOM pusat yang hari ke 3 setelah letusan ke lokasi Kelud, dan dibantu oleh temennya relawan dari Bu...