Pagi tadi, alhamdulillah kembali diberikan sebuah kenikmatan silaturahmi pagi. Bangun dari subuh, bapak ngajak jalan-jalan keliling rumah. Kemarin sore, bapak, ibu dan adik datang ke rumah Jogja dari kampung nan jauh di mato, mendadak tanpa pemberitahuan, sureprise katanya, tiba-tiba nongol depan pintu rumah. Nah pas jalan-jalan tadi pagi, bapak ngajak ke sebuah sawah depan rumah yang sudah difungsikan sebagai tempat nongkrong dan tempat berteduh para seniman lukis. Bapak tanya, ini tempat punya siapa kok adem banget, saya jawab ini punya pak ali pengusaha kopi luwak. Rumahnya dekat dengan tempat berteduh tersebut dan mampirlah kita kesana hanya untuk ngobrol-ngobrol aja, karena Bapak penasaran banget setelah saya ceritain kalo 100gram bubuk kopi dijual 500ribu. Masuklah kita ke rumah Pak Ali, dan kita diseduhkan secangkir kopi, tapi tidak secangkir utuh, hanya setengahnya aja. Pak Ali bilang 'segitu harganya 80ribu' sambil terbahak-bahak sambil menjelaskan bahw...
pojok tulisan si anak bawang