Skip to main content

Belajar Dari Asian Games 2018

Beliau Adalah Bapak  Bambang Hartono atau Oei Hwi Siang, Boss dari perusahaan rokok TERBESAR di Indonesia. Sudah berusia 78 TAHUN.

Menurut Forbes tahun 2011 kekayaan konglomerat ini mencapai $14 Milyar atau setara dengan Rp. 204.6T.

Orang tertajir se Indonesia Raya, atlit tertua Indonesia daaannn kemarin dia pun menyumbangkan medali perunggu lewat cabang olahraga BRIDGE di ASIAN GAMES 2018!!

Kok bisa ya, sudah setua itu, tajir melintir dengan setumpuk kegiatan sebagai pemilik perusahaan besar, kok ya masih sempet2nya mikirin ikut Asian Games dan menargetkan medali emas pula.

Beliau menggeluti Bridge sejak usia 6 thn. Dan ternyata menurut beliau, permainan bridge itu melatih otak dia supaya tidak cepat pikun, selain itu dia juga rutin senam Tai Chi untuk menjaga supaya dirinya tetap fokus. "Di olahraga bridge, ada bidding, yaitu mengumpulkan data untuk dianalisa, disimpulkan dan kemudian diputuskan strategi apa yang akan diambil saat bertanding," ucapnya.

Dari sini kita bisa belajar beberapa kegiatan yang membedakan orang kaya dan orang2 biasa, karena:

1. 80% orang kaya melakukan dream setting, kegiatan ini biasanya dilakukan untuk meraih hal2 lain di luar pekerjaannya.

2. 80% orang kaya berinvestasi pada diri sendiri untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pada bidang2 tertentu.

3. Hampir semua orang kaya berolahraga 30 menit setiap hari, karena mereka sadar akan kesehatan mereka.

4. 90% menghabiskan 30 menit untuk berbaur dengan orang sukses lainnya. Dengan tujuan memperluas networking dan menjaga hubungan relasi yang sudah ada.

Jadi kalau kita belum punya target, belum berinvestasi pada diri sendiri, belum berolahraga, apalagi gaulnya sama kaum yang suka komplain, ya jangan heran kalau kondisinya begitu saja gak berubah. Karena jago komplain hidup pun ga akan berubah, 

Jika Bermanfaat, silakan diShare yaa 💕

Comments

Popular Posts

Pengalaman Pertama Masuk Dunia ini...

Sekarang saya mau cerita ya gaes ya haha. Jadi gini, saat bulan ramadhan tahun 2023 kemarin itu, tepatnya tanggal 2 April 2023, saya diajak sama temen-temen untuk masuk ke dunia baru. Dunia yang belum pernah saya masukin. Betul-betul dunia baru. Saat itu saya ingat ada 5 anak muda ganteng-ganteng dan satu yang cantik, membicarakan tentang masa depan bangsa dan negara, hahaha, gaya banget dah. Jadi ceritanya, saya diajak untuk maju ikutan kontestasi calon anggota legislatif, atau nyaleg. Kata mereka, kota Nganjuk ini butuh lebih banyak orang yang peduli, butuh orang yang ikut mikir kepentingan umum. Jadi serius banget dah pembicaraannya. Lihat tuh tatapan mata mereka ke saya. Saya sampe ga berani lihat mereka, serius banget soalnya. Saya mengajukan 2 syarat ke mereka. Yang pertama, saya ga ada modal untuk hal ini, karena saya habis punya hajat, yaitu membangun sebuah rumah yang selama ini saya impikan. Sebuah rumah sederhana yang berada di sebuah desa, yang agak jauh dari kota. Dan syar...

Menyongsong 2020 dan Refleksi Akhir Tahun 2019

Bismillah, di bulan Desember ini saya melakukan refleksi, intropeksi diri, terutama dalam hal bisnis. Banyak hal yang sudah saya lakukan di tahun ini, 2019. Ada yang membahagiakan, ada yang menyedihkan, ada yang mengecewakan. Tapi saya selalu fokus pada hal yang pertama di atas, yaitu yang membahagiakan. 2 hal lain jarang saya simpan dalam memori otak, bikin penuh saja. Nah, apa hasil refleksi saya kemarin, dan apa saja kira-kira yang akan saya lakukan di tahun 2020? Tahun 2020 adalah 5 tahun pertama saya terjun dalam dunia wirausaha, setelah saya RESIGN dari tempat kerja saya sebagai karyawan. Di tahun 2016 saya membuat sebuah road map kehidupan saya, terutama di bisnis saya.  Ternyata di tahun 2019 ini banyak hal yang menguras tenaga, pikiran, dan waktu saya di luar road map yang telah saya buat. Lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Meskipun hasil dari itu juga jauh lebih besar daripada 2018. Sebuah keberhasilan bagi saya pribadi, dan juga ada sebuah kesalahan k...

Belajar Bisnis Properti

Bisnis properti, merupakan sebuah bisnis yang banyak orang dambakan. Begitu juga dengan saya. Saya memiliki keinginan untuk bisnis properti sejak tahun 2012, sejak saya tinggal di Jogja dan mengenal beberapa orang yang bisnis properti. Saya jadi ingat wejangan salah satu 'orang tua' saat di Jakarta dulu. Temanmu saat ini bisa menjadikanmu siapa dirimu 5 tahun yang akan datang. Dan alhamdulillah atas kebaikan Allah swt saat ini saya sudah memiliki bisnis property yang sudah saya mulai sejak beberapa waktu lalu. Nah, bagaimana cara memulai usaha properti?  Apakah memerlukan modal yang sangat besar untuk memulai bisnis perumahan? Banyak sekali pertanyaan seperti itu datang kepada saya. Dan saya insya Allah akan selalu share berbagai pengalaman saya dan teman2 saya untuk usaha properti ini melalui channel youtube saya. Salah satunya di video ini.  Semoga memberikan inspirasi, semoga menjadi sebuah amal ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk semuanya.