Skip to main content

Posts

Membeli itu Menolong

masih ingat kisah  pak tua penjual amplop  yang beroperasi di sekitar masjid ITB? masih ingatkah sanksi  hukum bagi pengemis dan pemberi uang kepada pengemis  yang pertama kali diterapkan di ibukota indonesia? hampir tiap hari kita ketemu sama pengemis maupun pengamen jalanan, dan tidak sedikit pula dari mereka yang juga mengeksploitasi buah hatinya untuk mendapatkan sebungkus nasi untuk hidup mereka. bersedekah diwajibkan untuk semua umat, semua agama. namun apa yang kira-kira akan terjadi apabila kita memanjakan mereka dengan selalu memberi uang setiap mereka meminta? ya, mereka akan terus meminta-minta. kira-kira, apabila dihadapkan pada seorang pengemis dan seorang penjual tukang koran, apa yang akan anda lakukan? kalo saya pribadi, insya allah, akan membeli koran dan tidak memberi sedekah ke pengemis. bismillah alhamdulillah saya pribadi khawatir, apabila saya juga memberi sedekah kepada pengemis itu, maka tukang koran akan beral...

Nikmatilah Waktu

temans, beberapa waktu lalu ada customer dari tempat saya kerja ( biznetnetworks ) mampir ke rumah saya. kami berbincang seru dari kuliner sampai ke pembicaraan tentang kerjaan. beliau sempat menanyakan tentang tidak adanya koneksi internet di rumah saya. padahal saya adalah pakar internet cepat (julukan beliau kepada saya). spontan saya jawab,  biar tidak internetan mulu . dan ternyata secara spontan beliau ‘mengamini’ pendapat saya. (karena kantor saya adalah  penyedia jasa internet ) saya sering sekali merasa diperbudak oleh gadget, internet, dan pekerjaan. seperti halnya saat baru bangun tidur apa yang saya lihat pertama kali adalah gadget, minimal saya melihat jam di gadget tersebut. atau lihat email kantor sambil sarapan atau makan siang. lihat chat yang ada di group bbm. sepulang kerja dimana waktunya beristirahat sering sekali masih membaca email ini itu. hal tersebut sih boleh saja, tapi jangan terlalu sering, hal itu menurut saya sama halnya mereng...

Ayam Kampung vs Ayam Negeri

Beberapa waktu yang lalu sepulang dari tempat salah satu customer, saya beranjak pulang dari Kebun Jeruk ke Mid Plaza. Ada hal menarik sepanjang perjalanan pulang yang saya dapatkan dari sang driver taxi, 19 mei 2011.  Beliau adalah seorang yang berasal dari ambon yang usianya mungkin sudah kepala 5 tapi semangat dan tenaganya masih kuat. Pada saat saya ngobrol di bangku belakang bersama Eric (salah satu tim di departemen saya) masalah kacamata.  Sang driver nyeletuk: ‘mas sudah berapa lama pake kacamata?’ Nah dari situlah cerita ayam kampung vs ayam negeri dimulai. Berikut ringkasan cerita yang menarik itu, dan saya awali dari cerita orang Indonesia sekarang dibandingkan orang Indonesia dahulu.  Orang Indonesia dahulu, kita sebut saja IDa, adalah orang yang tangguh. Sejak ayam boiler / ayam negeri masuk ke Indonesia pada tahun 1971, beliau menilai pada tahun 1973 orang Indonesia mulai menunjukkan kebodohannya, (kita sebut saja orang Indonesia sekarang deng...