Skip to main content

Posts

Kehidupan Baru Telah Dimulai

Hari ini 11 April 2015, saya merasa kehidupan baru saya telah dimulai. Kenapa? Seperti artikel saya beberapa waktu yang lalu tentang alasan kenapa saya memutuskan untuk pensiun dari karyawan . Ya, adik perempuan saya hari ini tadi pukul 17.45WIB, resmi ikut sang suami ke Jakarta untuk menjadi istri yang baik. Adik saya yang selama ini satu-satunya yang menemani orang tua saya. Sedih? Pastinya. Bapak dan Ibu saya, termasuk saya juga, tidak mau menghalangi adik saya untuk meraih surga bersama suaminya. Karena memang itulah kodrat orang tua memiliki anak wanita. Wanita yang telah menikah menjadi milik suami, dan harus patuh pada suami. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kisah yang pernah saya baca, tapi saya lupa sumbernya. Kisahnya seperti ini : ----------- Pilih aku, atau Ibumu  ----------- Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya. Dari matanya yg sembab...

Cara Ampuh Mengatasi Macet

Pernah ngerasain macet? Pasti pernah lah ya... Saat ini hampir semua kota sudah merasakan yang namanya macet. Kota kecil seperti Nganjuk juga terkadang mengalami kemacetan lalu lintas. Apalagi Jakarta, udah jangan tanya lagi, kota termacet di dunia mungkin tuh. Dahulu, kita atau orang tua kita mungkin masih belum merasakan kemacetan lalu lintas. Kadang kita pengen kembali merasakan suasane kehidupan seperti dahulu. Ga hanya kondisi lalu lintas, mainan, pola hidup dan lain lain, kadang kita pengen seperti dulu. Generasi 90an lah, atau bahkan lebuh tua dari itu. Sepertinya kehidupan waktu itu lebih humanis, lebih ramah dari pada saat ini. Nah kenapa kita ga mengimplementasikan kondisi kehidupan jaman itu ke kondisi saat ini untuk kondisi lalu lintas kita? Kalo saya jadi Pak Ahok, yang terkenal dengan kebijakan melawan arus, sekalian saja saya nerapin ide saya ini. Mengembalikan pada kondisi lalu lintas beberapa puluh tahun yang lalu. Kenapa dulu ga ada macet? Ka...

Explore Nganjuk - Gowes ke Kuncir

Hari ini merupakan gowes pertama yang serius selama tinggal di Nganjuk. 22 KM saya tempuh selama 2 jam, sudah termasuk foto2, plus sarapan. Sempet bangun kesiangan karena semalem nonton kemenangan Arsenal dan kekalahan ManCity. Hiks.... Saya dijemput temen gowes baru saya di Kota Angin ini, dzofar namanya, ndop nama bekennya, seorang teman yang udah lama ga ketemu dan baru akhir2 ini sering ketemu, seorang teman yang sangat jago bikin vector, asli Nganjuk. Kita baru jalan tepatnya pukul 06.12WIB dan langsung meluncur ke daerah yang pemandangannya bagus.  Kuncir nama daerahnya. Ke atas lagi terdapat air terjun Sedudo. Namun saya tidak melanjutkan ke air terjun tersebut, kapan-kapan lah ya. Di Kuncir banyak sekali pohon durian, namun kapan-kapan lah ya saya beli duriannya. Saya dan Dzofar sempat mengabadikan pemandangan menarik ini. Foto Keluarga, photo by timer. Pemandangan Gunung Wilis Di Kuncir, juga ada tempat bagus buat fotografi, tepatnya di Jem...

Bawang Goreng Nabati, Sehat Enak dan Renyah

Seperti artikel saya sebelumnya, bahwa saya akan membuat sebuah usaha makanan, yang berasal dari sumber daya alam kota Nganjuk, Alhamdulillah akhirnya saya sudah mulai mewujudkannya. Saya mencoba membuat dan memberikan tester ke teman-teman saya yang berada di luar kota Nganjuk. Dan sekali lagi alhamdulillah, tanggapan merekapun sangat positif. ENAK. Banyak pihak yang membantu dalam proses ini, terutama ibu saya yang menunjukkan tempat-tempat yang saya butuhkan, dan istri saya yang selalu support sampai membantu membuat packagingnya. Ada teman dari rekan kerja dulu, Ade Koko panggilannya, membantu membuatkan sebuah icon / logo yang lucu dari usaha ini. Alhamdulillah, dalam perjalanan 1 minggu ini, saya sudah mengirimkan ke beberapa kota bahkan juga sudah ke luar Jawa. Juga ada beberapa teman yang sudah berniat untuk me-reseller-kan ini. Dan sesuai komitmen saya, untuk bisa berkontribusi terhadap kota Nganjuk ini, saya insya Allah akan mendonasikan 2,5% dari total penjualan ini k...

Perjalanan Seorang Penganggur

Setelah beberapa hari tidak memiliki pekerjaan tetap, dimana saya sudah 9 tahun terbiasa menjadi karyawan dan memutuskan untuk pensiun (seperti pada posting sebelumnya), saya merasa hidup saya lebih asyik. Alhamdulillah. Saya bisa lebih tenang menjaga keluarga (meskipun cobaan datang di hari pertama saya officially berada di rumah. Ayah saya sakit, 1 maret 2015). Saya bisa berfikir lebih tenang, akan membuka usaha atau bisnis apa. Saya menjadi manusia yang bisa bersosial kapan saja (mungkin karena sebelumnya saya terlalu sibuk bekerja, saya jarang bertemu tetangga karena berangkat pagi pulang malam, sampai ada satu rekan kerja yang menyebut bahwa kondisi kita adalah termasuk orang yang hampir anti sosial). Saya sempat membuat sebuah usaha di bidang fashion, yaitu jilbab. Karena hobi istri saya adalah di bidang itu. Namun saya pikir ulang karena bahan bakunya ada di Yogyakarta, dan saya haru mengambil kesana untuk memilih langsung jenis, kualitas dan motif bahan baku, karena say...

Tekat Pensiun dari Karyawan

Bulan ini, Februari 2015, mungkin akan menjadi bulan yang sangat penting dalam kehidupan saya kelak. Karena saya memutuskan untuk benar-benar keluar dari zona nyaman saya sebagai karyawan. Saya bekerja menjadi karyawan sejak tahun 2006 setelah saya lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Saya juga sempat bekerja sambil kuliah untuk meneruskan pendidikan di Universitas Mercubuana Jakarta dan lulus tahun 2008. Selama menjadi karyawan, saya belajar banyak hal, terutama dalam hal pelayanan / service kepada pelanggan dan dalam hal branding dan marketing, yang saya yakin tidak ada satu pun universitas di Indonesia yang memberikan ilmu dan praktek seperti ini. Alasan saya mengambil keputusan ini hanya 1, yaitu KELUARGA. Keputusan yang sudah saya rencanakan sejak bulan Nopember 2014 lalu, akhirnya terucap juga saya sampaikan ke beberapa Vice President di tempat saya bekerja, Biznet Networks, pada Februari 2015.  Flashback pada oktober nopember 2014 kemarin, ...

Selamat Jalan Bensinyo

Setelah 5 tahun bersahabat, dari keliling Jakarta untuk bekerja dan menikmati malam yang penuh kilauan cahaya Ibukota, akhirnya tiba di sebuah waktu dimana kami harus berpisah. Bensinyo, panggilan akrabku pada sebuah motor Honda Scoopy kesayangan, yang saya beli sebelum banyak orang lain punya, karena saya harus inden 2 bulan untuk mendapatkannya dari pameran di Pekan Raya Jakarta tahun 2010 lalu. Bensinyo, menemani blusukan dari keperluan pribadi sampai keperluan pekerjaan. Sampai dengan beberapa hari lalu sejak januari 2012, banyak teman-teman kantor menganggap itu hanya sebuah kendaraan operasional kantor. Karena pengorbanannya yang hampir tiap hari dipinjam teman-teman kantor untuk mengantar invoice, sales, sampai keperluan teknis, diantar oleh dia dengan senang hati, dan sukarela. Bensinyo, juga berjasa dalam menemani hunting rumah, dari daerah Sleman sampai dengan Bantul. Dan akhirnya setiap hari kita bisa menikmati hari-hari di sebuah rumah di desa di daerah pinggiran...

Kata BOB Sadino

Kemarin negara kita dihebohkan oleh meninggalnya tokoh Entrepreneur Indonesia yang sangat tersohor, BOB Sadino. Selain beliau seorang pengusaha yang sukses, yang dulunya sempat jualan telur asin, BOB Sadino juga seorang motivator bagi para mahasiswa dan pengusaha-pengusaha muda. Saya tahun 2011 sempat hampir ketemu dan ikut bimbingan beliau, namun takdir Tuhan berkata lain...tsaaah... Siapa sih yang tak kenal BOB Sadino? Semua orang Indonesia pasti tau lah. Eh ga juga sih, mbah saya semalam saya kabarin kalo BOB Sadino meninggal dan dia nanya, 'siapa itu le?' Hehe. Karena BOB Sadino sudah meninggalkan kita, di bawah ini saya coba kumpulkan beberapa kata-kata motivasi dari beliau, semoga menjadi inspirasi buat kita. Orang pintar biasanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal kita tahu semua itu Impossible. Orang goblok harapannya hanya satu, hari ini bisa makan! Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan terlalu banyak sehing...

Sajadahmu Celahmu

Temen-temen pernah sholat berjamaah kan di masjid?  Temen-temen pernah sholat berjamaah di masjid dengan bawa sajadah sendiri kan? Kali ini, saya ingin mengingatkan untuk diri sendiri, juga untuk pembaca di sini. Sajadah saat ini memang banyak macam dan kualitasnya. Ada yang biasa, ada yang empuk, ada yang kecil, ada yang besar. Biasanya semakin kualitasnya bagus, semakin enak digunakan. Guru agama saya waktu SMA dulu, beliau pernah mengatakan "carilah sajadah yang nyaman sehingga kamu betah untuk bersujud kepadaNya"   Nah saya setuju banget tuh. Namun, sekarang ini banyak orang membeli sajadah yang mahal, yang ukurannya juga besar. Ini dapat menyebabkan terjadinya jarak antar makmum. Sering sekali saya melihat di masjid, mereka tidak merapatkan shaf mereka, tapi merapatkan sajadah mereka, dan si pemilik sajadah berdiri tegak tetap pada sajadahnya, yang mengakibatkan adanya jarak antar makmum. Bukankah meluruskan dan merapatkan shaf adalah perintah agama? Sepe...

Hal Pertama yang Saya Lakukan di 2015

Selamat tahun baru 2015 buat teman-teman semua. Begitu banyak hal yang telah kita dapatkan pada tahun 2014. Ada resolusi yang dulu saya buat yang akhirnya dapat terwujud, namun tidak sedikit resolusi yang belum terwujud. Mudah-mudahan dapat segera terwujud di tahun 2015 ini. Ada hal pertama yang saya lakukan saat memasuki tahun baru 2015 ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat unik yang jarang saya lakukan selama hidup, dan saya lupa kapan terakhir melakukannya. Setelah saya lakukan kegiatan tersebut, badan saya terasa sangat-sangat fresh namun hangat dan sedikit panas. Apakah kegiatan tersebut saya lakukan pada siang hari? Tidak. Kegiatan itu saya lakukan persis saat saya baru beranjak dari tidur malam. Apakah itu?  Hal pertama yang saya lakukan di 2015 ini adalah MANDI. Mandi dengan air hangat persis setelah saya bangun pagi. Saya merasa sangat fresh karena saya ingat terakhir mandi adalah tanggal 29 Desember 2014 Pagi. Saat saya akan berangkat kerja. Sian...

3 Minggu di Pengasingan

1 Oktober, saya ada tugas belajar dari Biznet (tempat saya bekerja) ke Jakarta. Sesampai di Jakarta, saya ketemu sama temen-temen hebat dari penjuru tanah air. Ada yang dari Bali, Padang, Jambi, Salatiga, Solo, Serang, Surabaya, Semarang, Malang, Jember, Pemalang, Salatiga, Bandung, Karawang, Pamanukan, dan lain sebagainya. Banyak hal yang saya dapat selama 3 minggu tersebut. Selain reuni sama temen-temen waktu dulu Biznet masih memiliki sekitar 300 karyawan, saya akhirnya juga dapet banyak kawan baru, karena karyawan Biznet sampai dengan saya di Jakarta kemarin itu sudah mencapai 1200 karyawan. Saya tidak menceritakan apa yang saya dapat di kantor tentang pejaran-pelajaran yang disampaikan, tapi saya akan menceritakan kehidupan saya sebagai seorang 'pengasingan' selama lebih dari 3 minggu tersebut, yang tinggal disebuah perumahan yang masih jauh dari minimarket yang tidak ada kendaraan, dimana masih dalam area perbukitan Gunung Putri. Saya jadi ingat bagaimana dulu s...

Jangan Kencing Sambil Berdiri

KENAPA RASULULLAH MELARANG KENCING SAMBIL BERDIRI ? Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan. Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata,“Siapa yang bilang bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.” Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran. Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria. Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan...

Kita (memang) Mudah Lupa

Lupa, itulah memang sifat mayoritas orang Indonesia, sampai-sampai Metro TV pun punya program Menolak Lupa (ini bukan tulisan soal politik lho ya). Dan sayangnya juga kita itu mudah terprovokasi. Saya ingat tayangan Indonesia Lawyer Club dimana Prof Yusril Ihza Mahendra sempat bercerita bagaimana dia membangun sebuah kampung, mendirikan masjid, membina masyarakatnya selama bertahun-tahun, namun saat hari H pemilu, mereka banyak yang lupa dengan kebaikannya, mereka lupa karena ada serangan fajar dan memilih pemberi seranan fajar. Dulu, Prabowo Subianto seorang prajurit yang sangat dikagumi, menjadi komandan untuk menumpas Fretilin di Timor Timur. Dan sebagainya dan sebagainya. Namun kini banyak yang membenci dikarenakan perbedaan pandangan di dunia politik. Dulu, Jokowi sukses membangun kota Solo, juga sampai dipilih untuk memimpin Solo 2 periode, menjadikan Solo lebih homey, rindang, adem, dan penuh budaya. Banyak yang kagum atas kesuksesan beliau meskipun bukan warga ...