18 September 2016


Teman, saya mengucapkan selamat telah memilih jalan hidupmu sebagai seorang wirausahawan. Ada banyak harap dari banyak orang kepadamu, ada banyak doa yang tertuju untukmu. Tetaplah berjuang untuk kemajuan usahamu. 

Tolong jangan terlalu melihat ke samping (melihat usaha orang lain), teruslah melihat ke depan, fokuslah sama usahamu saat ini, fokuslah pada visi misimu sendiri. Bertahanlah minimal 5 tahun untuk mempertahankan produkmu sendiri. Negara ini butuh dirimu. Negara ini butuh produkmu. Negara ini sedang kekurangan produk asli anak negeri. Dari kita bangun tidur, sampai tidur lagi, mayoritas kita mengkonsumsi produk negara lain.


Saat kita memakai baju, semoga baju kita, bajumu, baju karyawanmu, semoga di cetak sama temanmu dari Indonesia, semoga benangnya dari pabrik yang asli milik Indonesia, dan semoga bahan baku dan alat-alat di pabrik benang itu juga buatan dari Indonesia.

Teman, saya titip salam untuk anak-anakmu. Ga perlu bercita-cita tinggi untuk menjadi presiden, atau astronot. Tapi ajaklah bercita-cita untuk menjadi wirausaha saja. Menjadi produsen odol (pasta gigi), menjadi produsen sabun, menjadi produsen shampo, atau produsen kebutuhan hidup sehari-hari tetanggamu.

Teman, berbagilah ilmu pengetahuan dan juga market kepada teman-teman UKM mu yang lain, ga perlu berharap imbal balik. Tenang saja, biar Allah yang memberimu imbalan nantinya. Belilah produk temanmu sendiri. Sisihkan uang 100 atau 200 ribu tiap bulan khusus untuk membeli produk/dagangan temanmu. Termasuk untuk membeli buah-buahan atau hasil panen dari petani-petani Indonesia sendiri. Ajaklah juga keluargamu, orang tuamu, saudaramu, juga tetanggamu untuk mengikuti caramu.

Teman, teruslah berinovasi dan memperbaiki diri, memperbaiki produkmu. Yakinlah, semua produk memiliki jodohnya sendiri. Teruslah berjuang dan jangan mudah menyerah. Saya yakin dalam usahamu untuk merintis UKM mu, lebih dari 50% adalah tentang hidup atau matimu. Sekali lagi, negara ini membutuhkan dirimu, membutuhkan produkmu.



Salam,
Puguh Wicaksono
Owner Bawang Goreng Nabati

09 September 2016

Sebuah pengingat untuk diri saya pribadi.

Engkau memperbaiki wudhu'mu, namun dengan cara berlebihan dalam menggunakan airnya.

Engkau bersedekah kepada orang yang kau anggap layak diberikan, namun engkau merendahkan dan menyakiti perasaan dan hatinya.

Engkau shalat malam, puasa di siang hari, mematuhi Rabbmu, namun engkau memutuskan tali silaturrahim.

Engkau berpuasa dan bersabar menahan lapar dan dahaga, namun lisanmu dengan mudah melaknat dan mencela.

Engkau menggunakan pakaian serba longgar dan berlapis menutupi kepala dan badanmu, namun tdk sedikit pun engkau menjaga lisan dan sikapmu untuk lebih menghormati orang lain.

Engkau muliakan tamu, namun saat dia keluar engkau meng'ghibahinya dan menyebut keburukan-keburukannya,

Jangan kumpulkan kebaikan-kebaikanmu di sebuah kantong yang berlubang...

Engkau mengumpulkannya dengan susah payah, namun dengan mudahnya kebaikanmu berguguran karena perbuatanmu sendiri tanpa kau sadari...

Hingga akhirnya rahmat dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan itu hilang tak berbekas, seperti buih diterpa air laut....HABIS

Sedangkan kita sendiri tak tahu berapa banyak kah yg telah terkumpul untuk bekal kita di hari akhir nanti...

Semoga ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua atas apa yg kita telah lakukan sepanjang hari

Anggap lah orang lain lebih baik dari diri kita sendiri, agar kita selalu menghormati dan menghargainya dan agar kita selalu belajar lebih bersikap mulia kepada sesama.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin..




31 August 2016

Sebagian dari kita mungnkin masih ada yang merasa malu untuk menjual sebuah barang / jasa. Dan itulah salah satu penyebab kenapa sampai sekarang tidak mau jadi pengusaha. Malu, gengsi, takut ditolak, juga takut gagal.

Coba mari kita pikirkan. Sejatinya diri kita semua adalah seorang penjual. Nulis status di sosmed, sejatinya kita ingin 'menjual' siapa diri kita. Bener kan?

Saat kita punya dagangan, coba kita rubah mindset kita. Kita bukan jual produk, tapi kita memberi solusi kepada orang lain. Saat jual bawang goreng, kita kasih solusi kepada orang agar orang tersebut tidak perlu lagi membuang waktu untuk mengiris bawang merah yang pedas di mata itu. Solusi-solusi tersebut kita kemas dalam sebuah produk barang atau jasa.

Produk yang memiliki solusi tinggi, akan cepat laku di pasaran. Produk yang susah laku, mungkin produk itu bukan sebuah solusi kebanyakan orang. Atau mungkin Anda tidak menawarkan solusi. So, mari kita tawarkan solusi, niatkan untuk menolong orang. Dan Anda akan mendapatkan uang.

Mendapatkan uang adalah sebuah akibat. Akibat dari sebuah sebab Anda telah membantu banyak orang.

Jadi ga perlu malu lagi kan, karena Anda tidak jualan, tapi mau menolong orang. Tolonglah orang sebanyak mungkin. Sudah meniatkan diri untuk menolong orang, lalu ditolak, ya santai aja. Katakan dalam hati, mau ditolong kok ga mau. Hehehe...

Santai saja. Dan saya yakin, semua produk pasti ada jodohnya.

Salam Sukses dan Bahagia.
Puguh Wicaksono

29 July 2016

Pengalaman yang saya ceritakan ini sangat sering saya alami. Yaitu saya jadi tergiur untuk berbelanja lebih banyak daripada yang saya rencanakan. Ya memang dasarnya saya mungkin orang yang mudah lapar mata saja sih.

Mungkin hampir semua orang sudah mengalami hal serupa seperti saya, tapi lupa untuk tidak dipraktekkan sendiri dalam bisnisnya. Apa itu? Dengan melakukan cross selling dan up selling.

Pernah beli di McD, saat mau membayar ditawarin kentangnya sekalian kakak ?
Atau pada saat ke Indomaret, saat mau membayar ditawarin juga pulsanya sekalian kakak?
dan lain sebagainya...

Dari situ saya mencoba untuk mempraktekkan dalam usaha onlineshop saya, yaitu Bawang Goreng Nabati. Dagangan saya hanya 1 jenis saja dan hanya memiliki berat 100 gram. Saya selalu mencoba melakukan upselling. Saat ada orang membeli hanya 5 pcs, saya mencoba menawarkan sekalian 9 pcs saja, karena biaya kirimnya juga sama masih masuk 1 kg. Dan alhamdulillah 90% konsumen jadi order lebih banyak.

Bersyukurlah Anda apabila memiliki banyak jenis barang dagangan. Lebih mudah melakukan cross selling atau up selling. Misalnya Anda jualan mukena, Anda bisa sekalian menawarkan sajadahnya juga. Atau Anda jualan baju, bisa menawarkan sekalian bross atau aksesoris lainnya.

Mudah bukan?
Selamat mencoba :)

26 July 2016

Siapa sih yang ga pengen bisnisnya ada di halaman 1 dari mesin pencarian?

Nah, di postingan ini saya menyadur postingan dari guru online shop saya, yaitu Bapak Suryadin Laoddang atau yang dikenal dengan dosen jualan.


Beliau sangat cerdas, dan membagi urutan praktek SEO menjadi beberapa level, sehingga sangat mudah kita praktekkan. Silakan praktekkan sesuai dengan level paling mudah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan sampai level paling expert.

Berikut pembagian levelnya :

Level PAUD
1.     Ceritakan Notes Anda di Dunia Maya / Paksa Google


Level TK
1.     Promo dari Mulut ke Mulut ( Google Ping )
2.     Sebarkan Kartu Nama ( Ping Service )

Level SD
1.     Promo dari Ke Tukang Sayur ( Sosial Ping )
2.      Sebarkan SMS ( Add URL Submit )
3.      Sebarkan Brosur ( Sosial Bookmark )
4.      Sebarkan Broadcast ( Auto URL Submit )
5.      Kirim Proposal ( Pasang Iklan Forum )
6.      Kirim Surat Penawaran ( Pasang Iklan Gratis )

Level SMP
1.     Pasang Poster ( Pasang Iklan di Market Place )
2.     Pasang Spanduk ( Pasang Iklan Direktori )
3.     Sebarkan Baliho ( Submit Artikel )

Level SMA
1.     Tinggalkan Jejak di Social Media
2.     Tinggalkan Jejak di Youtube
3.     Tinggalkan Jejak di Web Berita

Level D1
1.     Dummy Blog


Level D3
1.     Blog Walking Acak
2.     Blog Walking Grouping Keyword
3.     Blog Walking Similar Keyword

Level S1
1.     Blogwalking Niche Keyword
2.      Tanam Backlink HPA
3.     Tukaran Backlink
4.     Tanam Backlink PIL

Level S2
1.     Document Share

Level S3
1.     Google Ads

Level Professor
1.     SEO Kancil ( Google Suggestion )

SAMPAI JUMPA DI HALAMAN 1 GOOGLE

:)



14 July 2016

Hari ini tadi saya mengikuti sebuah diskusi tentang UKM dan beberapa Bank di Nganjuk bersama salah seorang anggota DPD RI. Ditengah diskusi tersebut ada seorang wanita yang mengutarakan uneg-unegnya mengenai sebuah kawasan desa wisata di Kabupaten Nganjuk, sebut saja Bu Ima. Nah dari penjelasan beliau, saya langsung berkata dalam hati "waiki...

Saya jadi banyak teringat masa lalu saat di Jogja, begitu banyak desa wisata di sana, tapi di Nganjuk belum ada, sampai-sampai saya dan seorang kawan beberapa bulan lalu punya ide buat bikin ini. Tapi belum jadi-jadi, maklum kurang gerak sih...

Bersama Pak Camat Sawahan
Setelah acara selesai dan saat saya mau pulang, di parkiran tiba-tiba saya diajak seorang kawan untuk ngelihat sebuah desa wisata baru di daerah Kec Sawahan itu. Kawasan ini baru diresmikan sekitar bulan April 2016. Masih kinyis-kinyis tentunya, langsung aja berangkat kesana. Ternyata semobil sama bu Ima tadi. Ngobrol-ngobrol di dalam mobil, saya ambil kesimpulan "wah ini proyek luar biasa, sosialnya keren". Pengen segera sampai lokasi jadinya, pengen lihat para pemuda yang informasinya kreatif dan berani. Banyak yang hanya lulusan tingkat dasar namun punya semangat tinggi untuk memajukan daerah tempat tinggalnya.

Sesampai di lokasi, saat memasuki pintu masuknya berupa sebuah jembatan, langsung saya bilang "wow... ini keren banget". Jembatannya lumayan panjang, karena membentang di atas sebuah sungai yang lebar. Banyak batuan besar yang asik buat ngapain aja.

Ada sekolah rakyat yang khusus ngajari penduduk setempat. Ada sarana outbond juga seperti lapangan voli, flying fox, arung jeram, rencana akan dibangun kolam renang, dan sebagainya. Pesen makanan, di makan di gazebo-gazebo yang udah disediain. Tinggal pilih aja suka di gazebo dengan view yang mana. Memang saat saya kunjungi masih belum 100% jadi, tapi itu tadi udah bagus banget. Berasa bukan di Nganjuk. Suer deh...

Nih saya liatin foto-fotonya 





Saya juga sempat nyobain makanan bernama INTIL. Enak dan gurih lho..
Makanan kayak apa tuh? Semacam nasi goreng tapi bahannya tiwul. Jadi nasi tiwul goreng. ambarnya seperti di bawah ini. Warnanya aja juga beda sama nasi goreng lainnya. Lalu minumnya es kelapa muda, rasanya juga beda. Pokoknya semua beda lah...




Saran, saya, segera saja kesana bersama keluarga, teman dan tetangga Anda. Atau bikin acara acara reuni juga bisa lho...


12 July 2016

Sedari dulu, Saya adalah penggemar Sepak Bola. Klub idola Saya adalah SS Lazio, sementara negara jagoan Saya adalah Jerman (tentu setelah timnas Indonesia) hehe ^_^

Nah, ceritanya tadi malam Saya nonton partai final Euro 2016 yang mempertemukan Portugal vs Perancis. Hasilnya? Portugal yang jadi juara. Yeah!

Lagi2, Saya bukan pendukung Portugal. Tapi entah kenapa, setelah Jerman keok (hikshiks...), Saya malah empati sama Christiano Ronaldo cs. heu

Yuk mari kita analisa secara "ngawur" kenapa Portugal bisa juara dan apa kaitannya dengan bisnis yang kita jalankan....

(1). KEBERUNTUNGAN ITU DICIPTAKAN

Berada di grup F bersama Hongaria, Islandia, dan Austria, Portugal justru lolos ke fase 16 besar dengan hanya membukukan 3 poin, alias 3x seri. Artinya, udah hampir gak lolos. Inilah keberuntungan pertama.

Di fase 16 besar, Portugal menghadapi Kroasia, yang sebelumnya menduduki peringkat pertama grup D, di atas Spanyol, malah Kroasia keok oleh Portugal  dengan skor 0-1. Assemnya, gol kemenangan tersebut dicetak 3 menit menjelang bubaran pertandingan di masa tambahan waktu. GENDENG! Inilah keberuntungan kedua.

Lolos ke perempat final, Portugal ditakdirkan melawan Polandia. Sempat tertinggal 0-1 oleh goal Lewandowski, akhirnya Portugal menyamakan kedudukan di menit ke-33 dengan goal Renato Sanchez. Karena sampai perpanjangan waktu gak ada yang menang, akhirnya lanjut ke babak penalti. Beruntungnya lagi, Ronaldo cs berhasil memenangkan adu penalti 5-3. Inilah keberuntungan ketiga.

Masuk ke Semifinal, Christiano Ronaldo bertemu dengan rekan setimnya di Real Madrid, Gareth Bale cs, yaitu Wales. Baiklah, disini Portugal memang benar2 berjuang. Alhasil, Ronaldo dan Nani berhasil mencetak masing-masing 1 gol dan mengantarkan negaranya lolos ke babak Final.

Nah, di Final, Portugal bertemu dengan tim tuan rumah yang dijagokan juara, yaitu Perancis. Dengan rentetan kemenangan Perancis di laga2 sebelumnya, tentu Perancis diunggulkan jadi juara. Nyatanya, justru malah keok, walaupun Portugal harus ditinggal oleh Christiano Ronaldo pada menit ke-25 karena cedera. Hasilnya? Heran, tanpa Ronaldo, Portugal malah JUARA. Hufh! Inilah keberuntungan keempat.

Berdasarkan rentenan kemenangan tersebut, wajar banget kalau banyak orang bilang bahwa Portugal juara karena "KEBERUNTUNGAN". Sampai2 ada meme billang begini, 

"Tim ini mengajarkan bahwa keberuntungan adalah salah satu kunci dalam meraih sukses besar"

Pertanyaannya, apakah Anda percaya dengan keberuntungan? ^_^

Seperti apa kata sobat Saya, Bong Chandra, dalam bukunya The Science of Luck, bahwa Keberuntungan itu bisa diciptakan. Dalam tweetnya, dia pernah bilang,

"Menang 1x itu kebetulan. Menang 2x itu keberuntungan. Menang 3x itu kemampuan"

Artinya, keberuntungan memang bisa diciptakan. Masalahnya, kita gak tau caranya. Bener gak?

Di tim Portugal misalnya. Yang kita nggak tahu, apa yang terjadi dalam "belief system" dan mental para pemain Portugal beserta semangat yang diusung oleh pelatihnya. Yang bisa kita saksikan, cuma skill para pemain dan permainannya di lapangan. Sementara sukses itu katanya ditentukan 80% oleh mental, sisanya baru skill. Nah lho?

Lantas, apa hubungannya dengan bisnis?

Coba cek keyakinan dan mental Anda dalam menjalankan bisnis, apakah Anda yakin bahwa bisnis yang Anda bangun saat ini suatu saat akan menjadi besar bahkan memilki aset triliyunan? Atau jangan2 gak pernah kebayang sama sekali? Pernahkah Anda mensetting mental kaya dalam bisnis Anda? dst....

Renungkan...

(2). JANGAN HANYA MENGANDALKAN SOSOK TERTENTU

Coba Anda tonton ulang pertandingan Portugal vs Perancis tadi malam. Semenjak Christiano Ronaldo keluar, justru pertandinan Portugal jadi lebih lepas. Gak ada ketergantungan sama sosok tertentu. Anehnya, permainan kaya gini justru yang mengantarkan mereka jadi juara. Komentator pertandingan pun justru ragu dan bilang, "Kalau Ronaldo main sampai akhir, kayanya belum tentu juara. hehehe"

Begitupun dalam bisnis. Jangan pernah bergantungan pada sosok tertentu. Mungkin awal2 Anda lah yang memiliki peran penting dalam keberlangsungan bisnis yang Anda jalankan. Anda lah otak dan foundernya. Tapi ingat, Anda sedang membangun bisnis, bukan menjalankan bisnis. Artinya, suatu saat HARUS Anda tinggalkan. Maka mau nggak mau, Anda harus buat SISTEM yang tidak bergantung pada siapapun. Inilah awal dari kunci keberlangsungan bisnis tanpa kehadiran Anda...

Jadi, coba cek bisnis Anda sekarang, apakah masih ketergantungan sama Anda? Hayo....

Kalau masih, artinya Anda belum sepenuhnya MEMBANGUN bisnis, karena Anda masih MENJALANKAN bisnis. 

Sesekali, tinggalkan saja bisnismu. Buat sistem dan ujicoba segera. Sama seperti tim Portugal yang ketika ditinggal Ronaldo malah juara. Okey? #maksa

(3). FLEKSIBILITAS STRATEGI

Banyak orang berkomentar, strategi yang diterapkan oleh pelatih Portugal sangat monoton. Bahkan cenderung membosankan. Apakah Anda setuju?

Kalau Saya sih "YES", setuju banget. hehe... Tapi kita bisa ambil pelajaran dari strategi yang ia canangkan. Sama seperti pelatih berkebangsaan Portugal lainnya, Jose Mourinho, yang seringkali membawa penampilan monoton, tapi anehnya juaranya banyak!

Itu persis seperti dalam bisnis. Anda harus tahu, GOAL Anda apa? Apapun goal yang Anda canangkan, pastikan Anda dapat meraihnya dengan berbagai strategi dan taktik. 

Tak peduli Anda dibilang "ngirit", tapi kalau goal Anda adalah Cashflow yang Sehat, kenapa tidak?

Tak peduli Anda dibilang "lama", tapi kalau goal Anda adalah Bisnis yang Kuat, kenapa tidak? cc Rendy Saputra

Tak peduli Anda dibilang "kuno", tapi kalau strategi tersebut bisa mendekatkan Anda pada goal Anda, kenapa tidak?

Intinya, strategi yang Anda gunakan dalam bisnis harus fleksibel, jangan kaku. Yang harus kaku itu goalnya, bukan strateginya. Kebayang?

Dan terakhir, sebelum analisa ini semakin ngawur (^_^), Anda tidak bisa pungkiri bahwa keberadaan Ronaldo di atas lapangan sangat menentukan. Walaupun udah keluar dan digantikan sama Quaresma, tapi di samping lapangan dia udah kaya pelatih yang gak berhenti teriak menyemangati rekan timnya. Inilah yang disebut LEADERSHIP.... cc Surya Kresnanda

Dalam bisnis pun begitu. Seperti kata John Maxwell, 

"Level Bisnis Anda tak akan bertumbuh melebihi level leadership yang Anda miliki".

Pertanyaannya, bagaimana leadership Anda dalam memimpin perusahaan? Renungkan...

Semoga analisa sotoy saya ini bermanfaat... ^_^ 

Tentu kalau bermanfaat, share ya...

"Bermimpi itu GRATIS, jadi teruslah bermimpi!" (Christiano Ronaldo)

-------------------------
Dewa Eka Prayoga



10 July 2016

Anda ingin punya usaha online shop?
Atau Anda sudah memiliki bisnis online tapi masih sepi dari orderan?
Anda mengira online shop itu mudah?

Hehehe, tidak semudah yang orang ceritakan kepada Anda.

Tulisan saya kali ini mungkin akan berbeda dengan apa yang diceritakan oleh kebanyakan orang tentang online shop.

Lho katanya online shop itu mudah?
Mudah bagi orang-orang yang memang sudah mengerti dan memperhatikan hal-hal sepele, yang dapat berpengaruh besar kepada penjualan / bisnis online shop Anda.

Inilah ketidakmudahan dalam menjalankan online shop, yang harus Anda perhatikan.

1. Menjaga postingan / update status Anda.
Banyak para pebisnis olshop (online shop) yang hanya asal dagang. Setelah update status galau bahkan marah-marah (entah sama temennya, kompetitornya, pacarnya, atau bahkan sama selingkuhannya), mereka tiba-tiba posting jualannya. Kira-kira calon pembeli Anda akan berpikiran apa tentang dagangan Anda? Mereka (sedikit atau banyak), akan cuek terhadap dagangan Anda, bahkan ada yang akan takut membeli.
So, jaga postingan Anda untuk tetap positif. Berikan postingan yang isinya penuh motvasi, penuh doa, ilmu pengetahuan, dan status positif lainnya. Tahan luapan rasa marah, kecewa, dan hal-hal negatif Anda pada social media Anda.

Pencitraan dong?
Ya betul, Anda harus pandai melakukan pencitraan. Kenapa? Karena saya yakin, saat Anda posting jualan Anda di media sosial, berarti Anda menganggap bahwa teman-teman Anda di media sosial itu adalah target market Anda. Ya apa iya?

Tonjolkan diri Anda sebagai seorang pebisnis yang handal, ramah, dan penuh energi positif.

Pernah dengar istilah men behind the gun? Ini sangat berlaku dalam dunia bisnis. Calon pembeli Anda (terutama teman Anda) akan membeli karena SIAPA ANDA, bukan karena APA DAGANGAN ANDA.

2. Mengerti karakteristik sosial media
Sebagian orang menganggap semua media sosial itu sama. Bagi saya tidak. Semua punya keunikan masing-masing.

Facebook, berbeda dengan twitter, berbeda juga dengan instagram, berbeda pula dengan path dan sebagainya. 

BBM berbeda dengan whatsapp, berbeda juga denga line atau lineat, apalagi kakao talk, telegram, we chat dan sebagainya.

Saya yakin, Anda ga mau capek dan masih memberikan postingan yang sama dalam banyak social media.

Misalnya, Anda posting di path, Anda linking kan ke twitter dan facebook. Anda posting di instagram, Anda linking kan ke facebook. Alamak.... Padahal mereka beda karakter.

Saya tidak bahas bagaimana karakter masing-masing social media, itu harus Anda temukan sendiri. Hehehe

3. Tak Kenal Waktu
Saat Anda posting barang dagangan Anda di social media, facebook atau website misalnya, postingan tersebut akan dapat dilihat selama 24 jam nonstop. Asyik kan? Ya.. Sangat mengasyikkan.

Dan siap-siap juga calon customer Anda juga akan menghubungi Anda saat mereka ingin menghubungi, alias 24 jam juga. Asyik kan?

Apabila Anda tidak mencantumkan waktu operasional Anda, maka Anda harus siap sedia selama 24 jam nonstop.

Kenapa? Karena banyak calon pembeli membutuhkan penjual yang fast respon. Anda sendiri juga pasti senang kan kalo dilayani secara cepat oleh penjual / supplier Anda?


4. Banyak hal yang harus dipelajari.
Online shop, ga hanya soal update status di facebook.
Online shop, ga hanya soal posting dagangan di Tokopedia
Ada banyak hal yang harus Anda pelajari.

Contohnya apa kak?


a. Anda harus sedikit banyak mempelajari tentang SEO agar barang dagangan Anda dapat mudah ditemukan saat orang mencari-cari di internet. Ingat setiap social media beda karakter lho ya.

b. Anda harus belajar tentang waktu. Waktu kapan saja target market Anda kira-kira sedang online, agar postingan Anda lebih lebh efektif.

c. Anda harus belajar menulis. Anda bukan alay, Anda seorang pebisnis. Bukan lagi menulis seperti 'cemungudth eaa kakaagh'.

d. Anda harus belajar bagaimana menjadi orang lain. Posisikan Anda sebagai calon pembeli Anda, bagaiana perasaannya apabila dia menerima postingan Anda, bagaimana perasaannya ketika mendapatkan broadcast message Anda.

e. Anda harus mempelajari perasaan calon pembeli. Menjawab pertanyaan saat berbicara langsung dengan calon pembeli, akan berbeda dengan menggunakan chatting.

f. Anda harus belajar teliti, jangan sampai salah menulis (typo). Apalagi sampai yang muncul kata-kata tidak etis. Contohnya, saat akan menulis TAU, ternyata jadinya TAI karena hurufnya berdekatan, (maaf, hanya contoh lho ya)

g. Saat menggunakan iklan berbayar, Anda harus belajar tentang iklan. Agar biaya yang Anda keluarkan efektif dan efisien

h. dan masih banyak hal lainnya...

5. Foto yang menarik
Dari namanya saja online shop, pastinya hal pertama yang nampak adalah visual. Untuk itu dibutuhkan teknik foto yang menarik, jelas gambarnya, sesuai dengan barang dagangannya. 

Maksudnya gimana tuh kak?

Pernah posting foto dagangan tapi setelah dilihat gambarnya ga jelas, pecah-pecah, ngeblur dan sebagainya. Jangan lakukan lagi ya.

Jika Anda dapat foto dari supplier, mintalah yang kualitas tinggi.

Jika Anda foto sendiri, perhatikan pencahayaan, tempat dimana foto diambil dan sebagainya. Misalnya Anda jual makanan, jangan foto makanan di atas lantai meskipun lantai itu sudah bersih. Carilah meja. Sederhana kan? Tapi punya pengaruh.

Jadi sudah tau kan sedikitnya ada 5 poin ketidakmudahan dalam menjalankan bisnis online? Semoga kita menjadi lebih baik kedepannya. Intinya adalah PENCITRAAN, ya apa iya?

Sekian, semoga bermanfaat.



-

16 May 2016

Beberapa hari lalu saya mengikuti sebuah camp, dimana isinya dihadiri oleh anak-anak muda yang penuh semangat berwirausaha. Saya pikir saya yang paling tua, ternyata ada beberapa yang usianya lebih dari saya. Tapi tetap saja, saya masuk golongan tertua. Hahahasem...

Saya mendapatkan jatah teman sekamar dari Malang, Jawa Timur. Dia bernama Annur. Setelah ashar, kami masuk hotel dan berkenalan sampai akhirnya dia bercerita tentang usahanya. Dia merupakan seorang supplier hotel. Yang dia supply seperti sandal, sabun, dan lain-lain untuk kebutuhan kamar hotel.

Take action make it happen !!!
Hebatnya usaha itu adalah usaha yang ga disangka oleh dia. Suatu ketika saat jadi karyawan, dia didatangin oleh pemilik hotel. Pemilik hotel tanya kepada Annur sambil menunjukkan sebuah sandal hotel, "kamu tau ga di sini yang bisa bikin kayak gini". Karena Annur ga tau, dia dikasih tugas untuk mencari tau.

Setelah beberapa lama dia mencari tau, dia menghadap pemilik hotel "Pak ga ada yang bisa bikin sandal kayak gitu daerah sini". Anehnya pemilik hotel tadi menawarkan ke teman baru saya itu "kamu aja yang bikin, nih 3 juta buat modal". Annur galau, tapi dia mengambil kesempatan, yang akhirnya dia memutuskan resign dari karyawan untuk menggeluti usaha produksi sandal hotel ini.

Setelah beberapa tahun, Annur dapat masukan dari temannya untuk membesarkan usahanya, karena potensinya bagus. Tapi Annur tidak yakin bisa membesarkan usahanya dan merasa cukup begini saja, karena pelanggannya sudah ada 32 hotel di Malang.

Perbincangan perkenalan kita tidak lama, karena sudah waktunya berkumpul di sebuah meeting room untuk materi pertama. Materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi, menguras pikiran dan jiwa. Materi yang sempat membuat banyak jiwa terguncang. Luar biasa, ga terasa sudah sampai dini hari. Tidak sempat ngobrol sama sekali, dan tertidur.

Pagi harinya, mungkin kita masih sama2 ngantuk meski sudah mandi, tidak ada obrolan sama sekali. Kita hanya menyeduh teh hangat yang kita buat bersama dalam sebuah kebisuan suasana. Tapi tiba-tiba dia berjalan menuju pojok ruangan untuk mengambil kertas. Dia menulis sesuatu, dan ga lama kemudian dia menyerahkan kertas itu kepada saya. Ini isinya...

'Bro aku saiki YAKIN'
Saya kaget setelah melihat isi kertas itu, saya terharu dan merangkulnya. Seperti sahabat lama yang sudah lama tidak ketemu. Hari-hari berikutnya tampak wajah optimis yang ada dalam dirinya. Lagi-lagi saya terharu... Tampak wajah optimis di hari terakhir diantara teman-teman peserta. Aura optimis dan keyakinan luar biasa sudah ada dalam diri kami masing-masing.

Alhamdulillah...
Terima kasih saya sudah diberi kesempatan luar biasa bertemu orang-orang yang memiliki value yang tinggi, dan akan lebih tinggi lagi. Terima kasih Ecamp, Entrepreneur Camp.


21 March 2016


Kullu nafsin dzaiqotul maut. Semua yang bernyawa akan mati.

Dulu saat kecil, setiap mudik saya selalu ingin tidur sama kakek pendongeng ulung ini, karena selalu didongengin sampe saya tidur. Si kancil yang nakal dan cerdik, si ande-ande lumut, nawang wulan, dan banyak cerita dongeng lainnya.

Si kakek yang juga punya jiwa entrepreneur di usia muda masih usia 20an sudah memiliki 2 rumah besar di daerah Malang.

Si kakek yang punya keinginan besar untuk memajukan budaya dan adat jawa yang sampai mencetak buku pelajaran bahasa jawa.

Si kakek yang sampai akhir hayatnya punya cita-cita untuk mengenalkan budaya jawa keliling dunia. Karena menurut beliau, budaya jawa memiliki nilai kearifan yang pasti bisa diterima oleh semua orang di dunia ini.

Selamat jalan kek, semoga semua amal ibadahmu diterima Allah swt, semoga khusnul khotimah.