Skip to main content

Posts

Nasi Bakar ala Mbak Tita

Pernah makan nasi bakar? Atau memang belum pernah tau apa itu nasi bakar? 
Nasi bakar ini, isinya ya nasi putih. dicampur dengan beberapa menu, seperti suwiran ayam, ada telur, ada sambal, ada sayur seperti kemangi, dan sebagainya.
Semua menu itu dibungkus dalam satu wadah menggunakan daun pisang yang masih fresh. Lalu dibakar beberapa saat. Dan rasanya jauh lebih nikmat daripada yang tidak dibakar.
Nah di Nganjuk ternyata juga ada yang bikin nasi bakar, atau yang lebih beken disebut NASBAK. Produsen nasi bakar ini ternyata rumahnya ga jauh dari rumah saya. Dan tadi pagi pun saya mencoba sarapan menggunakan ini. Nasi Bakar Mbak Tita.
Saya mencoba order nasi bakar ini untuk sarapan jam 6 pagi, dan wow ternyata jam 6 kurang 5 menit menu yang harganya cuma 9 ribu per porsi ini sudah ada di meja makan saya, masih panas pula. Keren ya... 
Kalo untuk makan siang atau malam bisa? Ternyata Mbak Tita juga sudah terbiasa memenuhi kebutuhan makan para konsumennya dari pagi sampe makan malam. Da…
Recent posts

Pentingnya Sebuah Kemasan

Tadi pagi, saya diberi kesempatan untuk sharing di depan beberapa UKM yang sedang mengikuti penyuluhan tentang PIRT di Dinas Kesehatan Nganjuk. Sharing di dinkes ini adalah sharing yang ke 4 saya dengan peserta yang berbeda-beda pada setiap kesempatan.
Namun kali ini saya membawakan materi yang berbeda daripada biasanya, yatu tentang pentingnya sebuah kemasan.
Saya mencoba untuk mengajak teman-teman UKM Nganjuk untuk mempercantik kemasannya. Karena masih banyak yang menggunakan kemasan biasa saja, bahkan ada yang menggunakan label yang difotocopy.
Kemasan memiliki sebuah daya tarik tersendiri, yang membuat orang melirik dan juga dapat mempengaruhi keputusan orang untuk membeli. 3 detik saja orang mengamati produk kita karena kemasan yang cantik, kemungkinan besar orang tersebut akan membeli produk kita. Kemasan yang bagus dapat membuat orang memutuskan untuk membeli, dan produk yang enak akan membuat orang memutuskan untuk beli lagi.
Ayo kita selalu meningkatkan kualitas produk kita,…

Inilah 12 Pintu Rejeki Yang Tidak Anda Duga

Kita selama ini selalu mendapatkan rejeki. Ada yang merasa rejekinya kurang, ada yang mereasa cukup atas rejeki yang telah didapatkan.
Namun taukah Anda, bahwa ada kurang lebih 12 jenis rejeki di dunia ini. Dan apabila Anda merasa kurang, Anda dapat menjemputnya dengan beberapa cara di bawah ini.

1. Rezeki Yang Telah dijamin. "Tidak ada satu mahluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya" (Q.S.11:6)
2. Rezeki Karena Usaha. "Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya" (Q.S.53:39)
3. Rezeki Karena Bersyukur. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (Q.S.14:7)
4. Rezeki yg Tak Terduga. "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya" (QS. At Thalaq :2)
5. Rezeki Karena Istighfar. "Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun…

Bawang Goreng Pedas, Varian Baru bawangkita

Alhamdulillah, 2 tahun menjalankan bisnis kuliner di Bawang Goreng Nabati, akhirnya bulan ini kami mengeluarkan varian baru, yaitu Pedas Manis. Varian ini sebenarnya sudah kami rencanakan sejak 2015, namun karena beberapa pertimbangan terutama dalam strategi pemasaran, akhirnya kami luncurkan tahun ini.
Bawang Goreng Pedas Manis ini telah melalui beberapa kali eksperimen dalam waktu beberapa bulan, yang akhirnya menemukan formula rasa yang pas. Enak dijadikan camilan langsung. Bahkan ada beberapa teman yang bilang kalo bawangkita ini merupakan camilan bawang goreng pertama di Indonesia. 
Aromanya itu lho...

Misi Dagang Ke Palembang

7 Maret 2017 sekitar pukul 10 pagi, setelah saya mengantarkan Ibu mertua berobat, tiba-tiba telpon saya berdering, dari nomor PSTN lokal Nganjuk. Saya terima dan ternyata dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nganjuk. Dalam pembicaraan tersebut saya diajak untuk berangkat ke Palembang untuk sebuah misi perdagangan dan mengenalkan produk-produk Nganjuk yang sudah berproduksi massal. Suara disebrang telpon sana menginformasikan bahwa berangkat besok pagi. Jreng !!!
Segera saya atur waktu beberapa agenda yang sudah ada untuk bisa berangkat ke Sumatera Selatan tersebut.
8 Maret, saya berangkat jam 7 pagi menuju Surabaya bersama teman UKM dan Dinas Indag Nganjuk, dan sampai di Palembang sekitar jam 3 sore, bersama puluhan para pelaku usaha dari beberapa kota di Jawa Timur. Lalu segera kami mempersiapkan segala sesuatunya.
9 Maret 2017,agenda Misi Dagang tersebut dilasanakan. Dan singkat cerita terjadi perputaran usaha yang nilainya mencapai milyaran rupiah tersebut. Saya jadi ingat cer…

Setiap Manusia Ada Masanya, Setiap Masa Ada Manusianya

Papua 2 jam lebih awal dari Jawa, Tapi tidak berarti Jawa lambat, atau Papua cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.
Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun utk memiliki momongan.  Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.
Seseorang lulus kuliah di usia 22th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27th dan langsung bekerja.
Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 70 th.
Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.
Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.
Bekerjalah sesuai "Zona Waktu"mu.
Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakangmu.
Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Alloh.S…

Pemuda Nganjuk Mulai Bangkit

Kemarin tanggal 19 Februari 2017 saya diberi kesempatan untuk sharing sedikit dalam acara Seminar Leadership yang diadakan di STKIP Nganjuk. Acara yang digagas oleh para pemuda pemudi dari Nganjuk yang tergabung dalam komunitas Muda Anjuk Ladang ini menurut saya adalah kegiatan yang luar biasa. Acara ini dihadiri oleh ratusan pemuda, baik dari tingkat SMA maupun mahasiswa.
Kegiatan nonprofit ini semata-mata adalah salah satu bentuk bakti dari teman-teman Muda Anjuk Ladang terhadap kota Nganjuk tercinta. Mereka seolah tidak mau, pemuda-pemudi Nganjuk ini salah dalam melangkah dalam era yang serba modern ini.

Saya pribadi salut juga kepada para panitia kegiatan ini. Mayoritas dari mereka adalah pemuda-pemudi Nganjuk yang sudah bekerja di luar kota Nganjuk. Ada yang sudah di Surabaya, di Jakarta, di Nusa Tenggara, tapi masih meluangkan waktu dan tenaganya untuk berbagi dan mengarahkan adik-adik mereka untuk berjalan pada jalur yang lebih bermanfaat. 
Tak tanggung-tanggung, seorang profes…